BPN Prabowo Sebut Jalan Tol Jokowi Sebagai Pembunuh Bayaran
Instagram
Selebriti

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dian Fatwa, membahas pembangunan infrastruktur yang tepat guna dan menyinggung jalan tol Jokowi.

WowKeren - Kritik mengenai pembangunan infratruktur jalan tol Presiden Joko Widodo kembali datang dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dian Fatwa, bahkan menyebut jalan tol tersebut sebagai pembunuh bayaran lantaran banyak menyebabkan kecelakaan.

"Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran," ujar Dian dalam diskusi "Perspektif Indonesia" di Jakarta Pusat, Sabtu (16/2). "Masuk jalan tol, bayar, tapi mati."


Kala itu, Dian tengah membahas pembangunan infrastruktur yang tepat guna. Menurut Dian, ada pembangunan jalan tol yang mengabaikan keselamatan manusia.

"Kualitas pembangunan infrastruktur ini, semennya membutuhkan 5 centimeter. Banyak jalan infrastruktur itu yang rusak karena apa, semennya tidak nyampai," terang Dian. "Ini kan persoalan nyawa manusia diabaikan. Karena itu, bagi kami penting melihat infrastruktur ini tepat guna."

Dian pun lantas menyebut bahwa di salah satu jalan tol yang dibangun oleh Jokowi, total sudah terjadi 65 kecelakaan. Meski menyebut angka, Dian tak memberikan lokasi dan jangka waktu spesifik kecelakaan tersebut.

"Kalau ini mengabaikan keselamatan manusia dari jalan tol itu saja. Saya lupa jalan tol mana karena baru 4 bulan di Indonesia," jelas Dian. "Ada 65 kecelakaan yang terjadi di tol yang dibangun oleh Presiden Jokowi."

Kecelakaan itu disebut terjadi karena meletusnya ban kendaraan di jalan tol. Dian pun lantas menilai bahwa kondisi permukaan jalan tol tidak baik yang menjadi penyebabnya.

"90 persen karena apa, karena bannya meletus," jelas Dian. "Karena aspalnya banyak diampelas, karena pembangunan aspalnya tidak sampai 5 centimeter."

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi juga pernah mengkritik pembangunan jalan tol Jokowi. Mereka menilai bahwa jalan tol justru memberikan efek negatif bagi perekonomian Indonesia.

Pasalnya tarif tol dinilai terlalu mahal, BPN Prabowo-Sandi bahkan menyebut bahwa tarif tol Trans Jawa merupakan yang termahal di negara ASEAN atau Asia Tenggara. Sehingga para pengusaha logistik menjadi lebih terbebani dan memilih kembali menggunakan jalan Nasional.

You can share this post!

Related Posts
Loading...