Banner Jokowi-Ma'ruf di Situbondo Dirusak, TKN Sebut 'Kubu Sana' Tak Siap
Nasional

Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai bahwa kubu lain khawatir mengingat dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf semakin mengalir deras akhir-akhir ini.

WowKeren - Perusakan alat peraga kampanye (APK) kembali terjadi. Kali ini banner milik Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin yang ada di Kecamatan Kapongan dan Arjasa, Situbondo dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Situbondo, Rachmad, mengatakan bahwa ada puluhan banner Paslon 01 yang mengalami perusakan. Namun belum diketahui secara pasti berapa jumlahnya.

"Jumlah APK yang diduga dirusak itu puluhan," kata Rachamd dilansir dari Detik pada Sabtu (23/2). "Tapi untuk angka pastinya sekarang masih kami inventarisir."

Rachmad menambahkan bahwa seharusnya yang namanya berbeda pilihan dalam demokrasi itu hal biasa sehingga semua pihak diharapkan mampu menghargai. Tindakan perusakan APK dianggap mampu mencederai pelaksanaan demokrasi itu sendiri. Ia menyayangkan insiden tersebut sebab bisa merusak citra Situbondo yang selama ini adem ayem.

"Yang namanya demokrasi itu berbeda pilihan kan biasa. Tidak perlu ada tindakan (perusakan) seperti itu," imbuh Rachmad. "Apalagi suasana di Situbondo ini sudah adem, bagus. Jadi jangan dirusak dengan cara-cara seperti itu."


Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, ikut memberikan komentar terkait hal ini. Hasto menyebut bahwa dengan adanya fitnah, isu negatif, hingga kerusakan atribut justru menunjukkan bahwa kubu sebelah tidak siap menghadapi Jokowi-Ma'ruf di gelaran Pilpres nanti.

"Ketika Pak Jokowi difitnah," kata Hasto di Bandung, Jumat (22/2). "Diserang dengan hoaks, isu-isu agama, atribut dirusak, itu menunjukkan pihak sana tidak siap."

Hasto menilai saat ini dukungan untuk Paslon 01 mengalir semakin deras. Hal inilah yang menyebabkan kubu Paslon 02 khawatir hingga nekat melakukan cara apapun untuk bisa menyaingi Jokowi-Ma'ruf. "Khawatir dengan dukungan yang luar biasa (kepada Jokowi-Ma'ruf) dari masyarakat," tutur Hasto.

Wakil Sekjen PDIP tersebut lantas menyinggung kembali soal Obor Rakyat yang sempat heboh saat Pilpres 2014 lalu. Cara-cara semacam ini menurut Hasto tidak akan berhasil untuk menggaet simpati publik. Hasto menyebut perbuatan seperti itu menunjukkan politik yang tidak berkeadaban.

"2014 kita lihat Obor Rakyat tidak laku," tegas Hasto. "Sehingga seharusnya cara-cara menyebarkan politik yang tidak berkeadaban tidak dilakukan lagi, karena itu tidak akan mendapat simpati dari masyarakat."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait