Penjelasan PA 212 Soal Ma'ruf Amin yang Tak Diundang Ikut Munajat di Monas
Twitter/fadlizon
Nasional

Aksi 212 diketahui lahir dari fatwa yang dikeluarkan Ma'ruf Amin kala menjabat sebagai Ketua MUI.

WowKeren - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif, Ma'ruf Amin, diketahui tidak diundang dalam Munajat 212 yang digelar di Monas pada Kamis (21/2) lalu. Sebagai pembuat fatwa yang melahirkan aksi 212, Ma'ruf pun mempertanyakan hal tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Persaudaraan Alumni (PA) 212 pun angkat bicara. Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, menjelaskan bahwa acara tersebut khusus bagi para alumni 212 dan partai pendukung koalisi keumatan.

"Namanya juga acara kami, ya dari kelompok kami juga lah. Yaitu partai koalisi keumatan dengan mengawal ijtima ulama," ujar Novel dilansir Okezone, Minggu (24/2). "Jelas bukan? Sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pihak seberang."

Novel juga menanggapi fatwa yang dikeluarkan oleh Ma'ruf. Menurut Novel, fatwa tersebut dikeluarkan atas nama MUI, bukan pribadi. Tak hanya itu, Novel juga mengaku bahwa Ma'ruf selama ini tak pernah hadir dalam aksi bela Islam.


"Perlu diingat bahwa KMA (KH Ma'ruf Amin) tidak pernah hadir saat aksi bela islam dari pertama 1410, 411, sampai 212 tahun 2016," terang Novel. "Tidak ada keterlibatan beliau sebagai atas nama pribadi, akan tetapi kami yang mengawal fatwa MUI sampai terbentuk wadah GNPF MUI."

Sebelumnya, pihak penyelenggara Munajat 212, MUI DKI Jakarta, juga telah memberikan tanggapannya kepada Ma'ruf. MUI DKI menjelaskan bahwa status Ma'ruf sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) bisa mencemari Munajat 212 dengan unsur politik.

Tak hanya itu, MUI DKI juga mengaku sengaja tak melibatkan MUI Pusat dalam Munajat 212. Pasalnya, acara tersebut ditujukan untuk ormas Islam se-DKI saja.

Munajat 212 sendiri menimbulkan sejumlah kontroversi. Mulai dari kericuhan akibat aksi copet, hingga dugaan kekerasan pada awak media yang hadir untuk meliput.

Salah satu momen di Munajat 212 yang hingga kini masih banyak diperbincangkan adalah pembacaan puisi oleh Neno Warisman. Pasalnya, banyak yang menduga Neno memberikan ancaman pada Tuhan lewat penggalan puisinya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait