PPP Sebut Deklarasi Dukungan Putra Mbah Moen ke Prabowo Permalukan Sang Ayah
Nasional

Mbah Moen yang merupakan Ketua Dewan Syuro PPP mendukung Jokowi-Ma'ruf sesuai dengan keputusan partai.

WowKeren - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta bersama dengan Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Jawa Tengah, menyerukan dukungan untuk Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Deklarasi dukungan tersebut dilaksanakan di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/2) dan dihadiri oleh Prabowo.

Deklarasi dukungan dibacakan oleh Wafi Maimoen Zubaer, putra dari Maimoen Zubair atau yang akrab disapa dengan Mbah Moen. "Kami warga PPP kesemuanya menyatakan mendukung dan siap menyukseskan serta memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024," ujar Wafi di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/2).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie menyayangkan deklarasi tersebut. Menurutnya, dukungan Wafi ke Prabowo justru mempermalukan Mbah Moen sebagai tokoh PPP. Sebab Mbah Moen yang merupakan Ketua Dewan Syuro PP adalah pendukung Joko Widodo alias Jokowi.

"Kami menyayangkan saja sikap Gus Wafi itu," kata Masruhan dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (28/2). "Kasihan Mbah Moen, kan beliau jelas telah mendukung Pak Jokowi."


Masruhan mengatakan bahwa perbedaan pandangan antara Mbah Moen dan putranya bukan baru pertama ini terjadi. Sebelumnya pada gelaran Pilgub Jateng, Wafi lebih memilih untuk mendukung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah daripada Taj Yasin yang merupakan saudaranya sendiri, yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo.

"Tapi kami memaklumi," imbuh Masruhan. "Karena pilgub lalu, Gus Wafi juga beda pandangan di mana mendukung Sudirman-Ida daripada Ganjar-Taj Yasin."

Terkait GPK, masruhan menuturkan bahwa kepengurusan Syihabudin dalam organisasi sayap PPP itu sudah berakhir. Oleh sebab itu, apa yang dilakukan olehnya tidak memiliki dasar hukum dan ilegal. Masruhan menyebut bahwa GPK ibarat "Laskar Pajang" yang tidak bisa menerima fakta Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP yang baru.

"Syihabudin dengan GPK nya sudah lewat. Kepengurusannya sudah habis, jadi yang dilakukannya hari ini atau kemarin-kemarin itu ilegal," tegas Masruhan. "Tidak ada dasar hukumnya. Mereka ini ibarat Laskar Pajang, tidak bisa menerima kenyataan PPP yang sah adalah kepengurusan Gus Romi."

Sebelumnya, kepengurusan PPP sempat mengalami perpecahan. Kepengurusan terbagi menjadi dua kubu, yakni PPP kubu Muktamar Pondok Gede yang diketuai oleh Romahurmuziy dan kubu Muktamar Jakarta yang dipimpin oleh Djan Faridz.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait