Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menanggapi banyak pihak yang salah tafsir milenial sebagai generasi yang kebarat-baratan.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 04 Maret 2019 - 13:03 WIB
WowKeren - Kubu paslon Prabowo Subianto, yakni Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, sempat mengusulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggelar debat menggunakan bahasa Inggris. Yandri menilai, debat menggunakan bahasa Inggris bisa menguji kemampuan capres untuk bergaul di dunia internasional. Hal itu juga untuk membuktikan capres memahami perkembangan generasi milenial.
Akan tetapi, usulan tersebut dimentahkan oleh kubu Joko Widodo. Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, menyatakan jika kemampuan presiden tak hanya diukur dari kemampuan bahasa Inggrisnya saja. Ia juga menilai jika banyak orang sudah salah tafsir mengenai generasi milenial yang diartikan sebagai generasi yang kebarat-baratan.
Jika hanya berkaca pada syarat presiden harus jago bahasa Inggris, maka Hasto merekomendasikan aktris Cinta Laura saja. "Kalau jadi presiden bahasa Inggris-nya harus hebat, Pak Prabowo kalah sama Cinta Laura. Cinta Laura saja yang jadi presiden, kira-kira seperti itu," ucap Hasto di Wood Stairs Cafe, Lampung, pada Minggu (3/3).
Hasto turut mengomentari syarat presiden yang diusulkan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo. Menurutnya, pementingan generasi milenial dalam pemerintahan tak harus dibuktikan dengan kemampuan berbahasa Inggris.
"Milenial jangan dilihat dari sisi transformasi kebudayaannya," sambung Hasto. "Kemudian seolah-olah ke-Inggris-Inggris-an, sehingga tim kampanye Pak Prabowo mengatakan jadi pemimpin itu bahasa Inggris-nya harus hebat."
Menurut Hasto, kebijakan-kebijakan Jokowi sudah mendukung perkembangan kaum milenial. Salah satunya adalah kebijakan Jokowi soal pembangunan infrastruktur digital, yakni Palapa Ring. Dengan begitu, milenial bisa mengikuti perkembangan dunia dengan cengan cepat.
Selain itu, Jokowi juga mendukung milenial untuk menjadi pengusaha sekaligus mempopulerkan produk dalam negeri. "Jokowi mendorong anak muda menjadi enterpreneur, tapi di saat yang sama mencintai negerinya," jelas Hasto.
Seperti diketahui, BPN Prabowo sempat mengusulkan kepada KPU untuk menggelar debat capres menggunakan bahasa Inggris. Sementara itu, pihak TKN Jokowi juga menantang balik dengan mengusulkan debat memakai bahasa Arab dan baca Al Quran.
(wk/silm)