Demokrat Soal Banyak Kader Tak Dukung Prabowo: Mereka Sebetulnya Hanya Memanfaatkan Jokowi
Nasional

Pada umumnya, para kader yang membelot mendukung Jokowi-Ma'ruf adalah mereka yang berada di wilayah basis pendukung Paslon 01.

WowKeren - Calon wakil presiden 01 Ma'ruf Amin menyebut bahwa ada banyak kader Partai Demokrat (PD) yang memiliki pandangan berbeda terkait dukungan Pilpres. Meski PD secara resmi mengusung Paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ada dari mereka yang justru mendukung Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf.

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean membenarkan hal itu. Memang ada beberapa kader yang membelot ke Jokowi-Ma'ruf, namun ada maksud lain di baliknya. Ferdinand mengatakan bahwa sebetulnya mereka tidak murni mendukung Paslon 01, namun hanya ingin memanfaatkan Jokowi-Ma'ruf untuk meraup perolehan suara saat pemilihan Caleg nanti.

"Memang betul di internal Demokrat itu ada beberapa kader kami yang sebetulnya tidak mendukung Jokowi-Ma'ruf," kata Ferdinand dilansir dari Kompas pada Senin (4/3). "Tetapi memanfaatkan Jokowi-Ma'ruf supaya rakyat memilih dia (sebagai Caleg)."

Ferdinand menjelaskan bahwa pada umumnya, kader yang mendukung Paslon 01 adalah mereka yang berada di basis wilayah yang sebagian besar warganya adalah pendukung Jokowi-Ma'ruf. Oleh sebab itu untuk mendapatkan simpati rakyat, maka para kader yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tersebut juga mencantumkan foto Jokowi-Ma'ruf dalam alat peraga kampanye (APK) mereka.


Ferdinand menambahkan bahwa jumlah kader yang berbuat demikian tidak banyak. Mungkin hanya ada 1 atau 2 orang saja, yang jelas masih di bawah 100. Namun, berhubung PD merupakan partai yang cukup memiliki pamor di tanah air maka kasus ini bisa menjadi sangat heboh.

"Tidak sampai 100 kali ya, mungkin hanya 1 sampai 2 ditemukan," ujar Ferdinand. "Tapi karena Partai Demokrat sangat seksi, ketika ditemukan seperti itu beritanya naik heboh."

Sebelumnya, Ma'ruf menilai bahwa pidato yang disampaikan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjukkan bahwa PD cenderung netral. Dengan begitu, pihak internal partai tidak perlu merasa terintimidasi jika memiliki pandangan berbeda dalam Pilpres.

Ferdinand mengatakan bahwa hal itu tak lebih dari klaim sepihak Ma'ruf. Ia menegaskan bahwa Cawapres 01 tersebut tidak paham betul bagaimana kondisi internal partai.

"Saya harus membantah apa yang disampaikan oleh Pak Ma'ruf Amin," tegas Ferdinand. "Bahwa itu klaim sepihak Pak Ma'ruf Amin yang tidak mengetahui detail kondisi internal Partai Demokrat."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait