Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, membahas soal perbedaan interaksi Jokowi dan Prabowo kepada rakyat.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 08 Maret 2019 - 16:47 WIB
WowKeren - Kedua Calon Presiden yang bertanding dalam Pemilu 2019 baru-baru ini sama-sama menghebohkan publik dengan aksi mereka. Capres nomor urut 01, Joko Widodo, berdesakan mengendarai KRL (Kereta Rel Listrik) saat pulang ke Bogor, Rabu (6/3).
Sementara itu, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, melepas dan melempar bajunya ke arah pendukung saat berkunjung ke Subang, Jawa Barat, pada hari yang sama. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin pun lantas membandingkan aksi kedua Capres tersebut.
Awalnya, juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, menanggapi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Pasalnya, anggota Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, menilai aksi Prabowo merupakan bentuk kepemimpinan yang meng-"entertain" rakyat.
"Meng-entertain rakyat itu bukan dengan buka baju. Meng-entertain rakyat itu dengan program-program yang prorakyat," jelas Ace, Jumat (8/3). "Ada asas kepatutan dan kesopanan yang harus kita indahkan di tengah-tengah masyarakat."
Setelah itu, Ace berbicara soal perbedaan interaksi Jokowi dan Prabowo kepada rakyat. Menurut Ace, aksi Jokowi naik KRL pada jam pulang kerja merupakan cara sang Capres petahana untuk memahami apa yang dirasakan rakyat.
"Jelas jauh berbeda antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo dalam berinteraksi dengan rakyat," jelas Ace. "Pak Jokowi berbaur dengan rakyat naik KRL dan rela berdesak-desakan dengan mereka untuk merasakan suasana naik KRL dari Jakarta ke Bogor."
Sementara itu, tutur Ace, Prabowo melempar bajunya dari atas mobil mewah. Ace menilai tak ada makna di balik aksi Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
"Sementara Pak Prabowo membuka baju sambil naik mobil mewah di tengah kerumunan rakyat," terang Ace. "Tidak ada makna apa pun di balik buka bajunya itu."
Di sisi lain, aksi Jokowi pulang naik KRL sempat dituding sebagai pencitraan belaka. Jokowi juga dituding tengah melakukan aksi dalam konteks kampanye. Apalagi, saat ini memasuki musim kampanye jelang Pilpres pada April 2019 mendatang.
Jokowi sendiri telah memberikan penjelasan mengapa ia tiba-tiba mengendarai KRL hingga membuat heboh para penumpang. Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah demi mengecek keadaan transportasi di jam sibuk.
(wk/Bert)