Anies Baswedan Capai Kesepakatan Dengan DPRD DKI, Ini Tarif MRT Jakarta Per 1 April
Twitter/jaeyongnuna
Nasional

Kesepakatan tersebut tercapai setelah Anies mendatangi kantor Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, pada Selasa (26/3).

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mencapai kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI tentang tarif Moda Raya Terpadu (MRT). Diketahui, kesepakatan tersebut tercapai setelah Gubernur DKI, Anies Baswedan, mendatangi kantor Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, pada Selasa (26/3).

"Alhamdulillah, tadi ini ditandatangani bersama sebagai kesepakatannya nanti datanya diberikan, ini tabelnya," tutur Anies. "Jadi kalau saya ditanya berapa tarif MRT saya tanya balik mau dari mana ke mana."

Sebelumnya, ada perbedaan pendapat antara Pemprov DKI dan DPRD DKI mengenai tarif MRT dan light rail transit (LRT). Dalam rapat pada Senin (25/3), Pemprov DKI mengusulkan tarif MRT rata-rata Rp 10.000 dan LRT Rp 6.000. Namun usulan tersebut ditolak DPRD serta memutuskan tarif MRT rata-rata Rp 8.500 dan tarif LRT rata-rata Rp 5.000.

Usai bertemu Anies, Prasetio pun menyetujui usulan tarif dari Pemprov DKI. Menurut Prasetio, besaran Rp 8.500 yang dicetuskan pada Senin lalu merupakan sebuah kesalah pahaman.


"Kalau dari sini ini kan Rp 3.000 sampai ujung Rp 14.000. Saya ambil tengahnya itu kemarin karena kalau dibelah tengah (median) sama saja, Rp 8.500 sama," jelas Prasetio, Selasa. "Penyampaiannya salah kemarin itu."

Adapun dalam tabel tarif, tertera besaran mulai dari Rp 3.000 untuk stasiun yang sama. Kemudian setiap kilometer akan ditambah Rp 1.000. Untuk tarif jarak terjauh, yakni Lebak Bulus ke Bundaran HI dan sebaliknya, sebesar Rp 14.000.

Anies mengaku akan segera mensosialisasikan tabel tarif tersebut sebelum MRT beroperasi komersial pada 1 April 2019 mendatang. Kesepakatan tersebut nantinya akan tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) dan menjadi ketetapan tarif.

Di sisi lain, nantinya para penumpang dapat membayar tarif MRT tersebut lewat beberapa uang elektronik. Direktur PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan saat ini pihaknya sudah menggandeng lima bank untuk bekerja sama. Kelima bank tersebut adalah BRI, Mandiri, BCA, BNI, dan Bank DKI.

Lima kartu tersebut, bisa langsung digunakan sejak MRT mulai beroperasi secara komersial pertama kali, yakni pada Senin (1/4) mendatang. "Itu semua bisa dipakai pada saat operasi komersial dimulai," lanjut William.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait