Tema debat Pilpres keempat adalah ideologi, pemerintahan, pertahanan, dan keamanan, serta politik luar negeri.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 29 Maret 2019 - 20:57 WIB
WowKeren - Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) keempat akan digelar pada Sabtu (30/3) besok. Dalam debat tersebut, Joko Widodo akan beradu argumen dengan Prabowo Subianto dengan tema ideologi, pemerintahan, pertahanan, dan keamanan, serta politik luar negeri.
Oleh sebab itu, Dewan Pengarah BPN,Fadli Zon, menilai bahwa latar belakang militer Prabowo akan memberi keuntungan dalam debat keempat. "Saya kira itu (latar belakang militer Prabowo) sangat menguntungkan ya. Tapi Pak Prabowo kan orang yang sangat santun, orang yang elegan, dan pasti akan menghadirkan sebuah debat yang presidensial ya, bukan debat manajerial," tutur Fadli pada Kamis (28/3).
Namun, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Menurut juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, sipil juga bisa mengerti soal pertahanan.
"Sebetulnya, latar belakang sipil bukan berarti dia tidak mengetahui terhadap urusan pertahanan," tutur Ace di DPR RI, Jumat (29/3). "Justru sekarang ini dalam konteks demokrasi supremasi sipil itu jauh lebih ditegakkan."
Ace menilai bahwa bukan hanya pihak-pihak berlatar militer saja yang mampu membahas soal isu pertahanan. Pasalnya, di negara dengan tingkat demokrasi yang maju, kaum sipil juga menguasai masalah yang dikuasai kaum militer. Sehingga, Jokowi sebagai Capres dengan latar belakang sipil dinilai juga menguasai masalah sama baiknya dengan yang berlatar belakang militer.
"alangan sipil juga belum tentu kurang tegas dibanding kalangan militer. Pak Jokowi tegas melindungi ideologi Pancasila dengan cara mengeluarkan perppu larangan ormas anti-Pancasila," jelas Ace. "Itu kan salah satu bentuk ketegasan Jokowi. Walaupun pada tingkat tertentu, Pak Jokowi harus berhadapan dengan persepsi yang dituduhkan bahwa Pak Jokowi anti-Islam, padahal bukan. Pak Jokowi anti-ideologi khilafah."
Tak hanya itu, Ace juga menjelaskan bahwa Jokowi sudah membuktikan diri sebagai pemimpin yang memperhatikan pembangunan di kawasan pinggiran. Ini juga menjadi bukti bahwa orang sipil tak kalah dengan orang militer.
"Saya kira bukan soal latar belakang militernya," ujar Ace. "Tapi soal kemampuan kepemimpinan, itu yang lebih penting."
(wk/Bert)