Media Asing Sorot Visi Prabowo yang Dinilai Makin Gelap Dalam Debat Pilpres Keempat
Nasional

The Sydney Morning Herald menyoroti visi Prabowo Subianto yang dinilai semakin menunjukkan sisi gelapnya dalam gelaran debat Pilpres 2019 yang keempat.

WowKeren - Debat Pilpres 2019 yang keempat telah usai dilaksanakan pada Sabtu (30/3) lalu. Debat yang mempertemukan kedua Calon Presiden Indonesia ini mendapat banyak sorotan dunia.

Dalam ulasan berjudul "Jokowi's Optimism Outshines Prabowo's Darker Impulses", The Sydney Morning Herald menyoroti visi Prabowo Subianto yang dinilai semakin menunjukkan sisi gelapnya. Media itu menyebut bahwa semakin seiring dengan berjalannya durasi debat, Prabowo justru semakin tak bisa menampilkan visi yang baik.

"Semakin lama debat berlangsung, sisi gelap dari visi Prabowo pun tumbuh," tulis The Sydney Morning Herald dilansir pada Selasa (2/4). "Presiden Indonesia hadir sebagai multilateris dan internasionalis sementara sang penantang menawarkan visi yang lebih terisolasi untuk bangsa."

Tak hanya itu, ulasan tersebut juga mengutip hasil survei dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Jokowi unggul dengan 51,4 persen, sementara Prabowo hanya 33,3 persen.


Debat Pilpres keempat ini pun dinilai tidak akan mengubah banyak keputusan pemilih. Para swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihannya diprediksi tidak akan merasa tergugah.

Baik Prabowo maupun Jokowi pada awalnya sama-sama menunjukkan cara pertahanannya masing-masing agar ideologi Pancasila tetap utuh. Namun, saat sesi debat beralih dari ideologi politik dan pemerintahan menuju pertahanan negara, keamanan, serta hubungan internasional, perbedaan kedua Capres pun semakin tampak.

Diketahui, Prabowo menilai bahwa pertahanan negara Indonesia lemah. Namun, hal tersebut dibantah oleh Jokowi.

"Anda tampaknya tidak percaya dengan TNI yang kita miliki," ujar Jokowi dalam arena debat. "Saya percaya dengan TNI yang kita miliki saat ini."

Oleh sebab itulah, The Sydney Morning Herald menilai bahwa Prabowo semakin menunjukkan sisi gelapnya. Sosok pesimis Ketua Umum Gerindra tersebut dinilai belum mampu membuat swing voters beralih mendukungnya pada 17 April 2019 mendatang. "Berdasarkan kekuatan pertunjukan ini, sulit untuk melihat bagaimana pesimisme Prabowo Subianto dapat membuat mayoritas rakyat Indonesia untuk memilihnya pada 17 April," tutup ulasan tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait