Hashim Djojohadikusumo sempat mengutarakan komposisi kursi menteri jika Prabowo menang Pilpres. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Hashim cukup berkuasa di Gerindra.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 02 April 2019 - 17:18 WIB
WowKeren - Pernyataan adik Capres 02 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo terkait jatah kursi menteri kian menjadi sorotan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin menilai bahwa Hashim memiliki kekuasaan yang cukup besar hingga membuatnya bisa memberikan pernyataan semacam itu.
Juru kampanye TKN Inas Nasrullah Zubir menilai bahwa di Partai Gerindra Hashim lebih berkuasa dibandingkan dengan Prabowo sendiri. "Hashim Djojohadikusumo lebih berkuasa di Partai Gerindra ketimbang Prabowo Subianto," kata Inas dilansir CNN Indonesia, Selasa (2/4).
Oleh sebab itu, Inas mengaku percaya terhadap apa yang diutarakan oleh Hashim. Meski demikian, ia meminta agar Hashim bisa mencontoh Jokowi untuk terlebih dahulu berfokus pada pemenangan Pilpres. Sebab, jika Prabowo justru gagal keluar sebagai pemenang di Pilpres nanti maka dikhawatirkan akan terjadi saling menghujat di antara partai koalisi Prabowo.
"Karena yang terpenting adalah memenangkan Pilpres dulu," tutur Inas. "Karena kalau gagal bisa jadi koalisi Prabowo-Sandi saling hujat dan mencaci maki antar elite partainya."
Hashim bukanlah yang pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang menyinggung soal kursi di kementerian. Sebelumnya, Prabowo sendiri juga sempat memperkenalkan sejumlah elit yang menurutnya pantas untuk dijadikan kandidat sebagai calon menteri ketika dirinya menang di Pilpres kelak.
Hal tersebut disampaikan olehnya saat kampanye terbuka di Stadiun Sidolig, Bandung, Jawa Barat pada Kamis (28/3). Beberapa di antaranya yakni Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Amanat nasional (PAN) Zulkifli Hasan, hingga mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Di kesempatan lain, Prabowo juga pernah mengingatkan bahwa untuk bisa bergabung dengan dirinya dan Sandiaga untuk memimpin Indonesia nantinya, para calon menteri tersebut harus memenuhi syarat tertentu. Yakni, para kandidat tersebut harus totalitas untuk membantu rakyat tanpa mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan.
"Saya akan paksakan mereka. Saya tanya, apakah Anda bersedia bekerja untuk rakyat?" tanya Prabowo di hadapan para pendukungnya di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (1/4). "Anda bersedia tak mencari keuntungan pribadi dari jabatanmu? Tidak mencari keuntungan keluarga atau konco-koncomu?"
(wk/zodi)