Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen akan melestarikan situs yang diberi nama Sekaran tersebut. Rencananya, akan dibangun rest area agar pengguna tol dapat berkunjung.
- Nur Islamiyah
- Selasa, 02 April 2019 - 20:46 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, ditemukan sebuah situs purbakala yang diduga peninggalan dari zaman Kerajaan Majapahit. Situs itu berada pada jalur pembangunan proyek jalan tol Malang, tepatnya di daerah Sekarpuro, Pakis.
Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen akan melestarikan situs yang diberi nama Sekaran tersebut. Situs peninggalan pra-Majapahit tersebut diharapkan dapat menjadi destinasi wisata purbakala.
"Kami berencana menjadikan destinasi wisata purbakala di bawah Dinas Pariwisata," ujar Plt Bupati Malang Sanusi, Selasa (2/4) ini, seperti dikutip dari Detik. "Dan di sini nanti juga dibangun rest area, karena berdekatan dengan jalan tol."
Sanusi mengunjungi sistus Sekaran bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang. Sanusi juga didampingi oleh Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad untuk mematangkan rencana pelestarian kawasan konservasi cagar budaya tersebut.
Peninggalan sejarah tersebut, menurut Sanusi, bisa menjadi sarana edukasi masyarakat dan juga generasi muda. "Kita memang harus ikut melestarikan, dan akan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dalam pelestariannya," ucapnya.
Sanusi mengatakan bahwa konsep pendirian destinasi purbakala tersebut tengah digagas secara serius agar dapat mewujudkan rencana itu. Rencananya, akan dibangun rest area agar pengguna tol dapat berkunjung.
"Adanya rest area tengah kita usulkan ke PT Jasa Marga. Agar siapa saja pengguna tol bisa singgah dan melihat area situs ini nantinya," ujar Sanusi. "Konsep pembangunan tengah kami rencanakan sebaik mungkin, begitu juga dukungan anggaran yang bakal diambilkan dari DAK tahun 2020 nanti."
Sebelumnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memperkirakan situs yang diberi nama Sekaran sesuai dengan nama daerahnya itu merupakan kawasan pemukiman abad ke-12. Kawasan tersebut diduga sebagai pemukiman orang kaya raya zaman dahulu.
"Tadi itu, benda-benda terakota itu banyak. Seperti kendi, tembikar dan lain-lain, akan memberikan informasi soal keberadaan situs itu," kata Andi, seperti dikutip dari Detik. "Dengan adanya seladon yang warna hijau itu, penanda jika pemiliknya orang kaya atau pejabat. Karena tidak mungkin rakyat biasa memiliki, karena itu mahal."
(wk/nris)