Kapal Perang Indonesia Tak Melawan Meski Sengaja Ditabrak Kapal Vietnam, TNI AL Buka Suara
Nasional

Dalam video yang viral di media sosial, tampak Kapal Pengawas Perikanan Vietnam dengan nomor lambung KN 213 sengaja menabrakkan diri ke lambung kiri KRI Tjiptadi 381.

WowKeren - Warganet dihebohkan dengan video viral yang menunjukkan detik-detik kapal Vietnam melakukan provokasi dengan menabrak kapal perang milik Indonesia, KRI Tjiptadi 381. Insiden tersebut diketahui terjadi di laut Natuna.

Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah akun @indonesian_armedforces di Instagram. Dalam video yang diunggah pada Minggu (28/4) tersebut, tampak Kapal Pengawas Perikanan Vietnam dengan nomor lambung KN 213 sengaja menabrakkan diri ke lambung kiri KRI Tjiptadi.

Peristiwa ini menyulut emosi anak buah kapal (ABK) KRI Tjiptadi yang langsung mengeluarkan sumpah serapah. Meski demikian, KRI Tjiptadi tetap melaju membelah ombak.

Dalam video tersebut, tampak tulisan "Vietnam Fisheries Resources Surveillance" di badan kapal yang sengaja menabrak KRI Tjiptadi. Lembaga tersebut berada di bawah Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam. Dilansir Tribunnews pada Senin (29/4), lembaga tersebut bertugas untuk melakukan patroli, pemeriksaan, pengendalian, penyelidikan masalah perikanan, dan menangani pelanggaran di laut Vietnam.


Menanggapi beredarnya video tersebut, TNI AL pun memberikan penjelasan. Kejadian tersebut rupanya terjadi pada Sabtu (27/4) sekitar pukul 14.45 WIB di Laut Natuna Utara.

Awalnya, KRI Tjiptadi menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam BD 979 yang ketahuan melakukan illegal fishing. Namun ternyata, KIA tersebut dikawal oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam.

"Kapal Coast Guard Vietnam berusaha untuk menghalangi proses penegakan hukum dan kedaulatan yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381," jelas Pangkoarmada I Laksmana Muda TNI Yudo Margono dalam keterangan tertulis TNI AL dilansir Tribunnews. "Dengan memprovokasi melalui usaha mengganggu proses penegakan hukum dan kedaulatan dengan cara menabrakkan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381."

Lokasi penangkapan KIA Vietnam tersebut masuk dalam Perairan Indonesia. Sehingga penangkapan yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi sudah benar dan sesuai prosedur. Namun ternyata pihak Vietnam mengklaim bahwa wilayah tersebut masuk dalam perairan Vietnam. Alasan mengapa KRI Tjiptadi tidak mengeluarkan tembakan adalah untuk meminimalisir ketegangan antara dua Negara.

"Terkait tindakan yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 sudah benar dengan menahan diri, untuk meminimalisir adanya ketegangan atau insiden yang lebih buruk diantara kedua negara," jelas Yudo. "Dimana kejadian/insiden di atas akan diselesaikan melalui Goverment to Goverment (G to G)."

Akibat tabrakan Kapal Pengawas Perikanan Vietnam tersebut, KIA yang ditangkap oleh KRI Tjiptadi turut tertabrak hingga bocor dan tenggelam. ABK KIA Vietnam yang berjumlah 12 orang berhasil diamankan oleh KRI Tjiptadi. Sedangkan 2 ABK lainnya berhasil melompat ke laut dan ditolong oleh Kapal Pengawas Perikanan Vietnam.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait