Selain menghambat akses Jalur Pantura, banjir juga menyebabkan rel kereta tergenang sehingga mengganggu operasional kereta api yang melintas di jalur Pasuruan.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 29 April 2019 - 14:46 WIB
WowKeren - Banjir tengah melanda sejumlah provinsi di Indonesia. Beberapa wilayah di Jawa Timur terendam banjir tak terkecuali daerah rel kereta api. Akibatnya, kondisi ini menyebabkan kegiatan operasional kereta api terganggu.
Seperti yang terjadi di wilayah Pasuruan. Kondisi banjir di area rel kereta tidak memungkinkan kereta api untuk melintas sehingga harus berhenti. "Akibat rel di KM58 + 024, terendam banjir dua KA terhenti," kata Kepala Stasiun Pasuruan Andi Kustanto dilansir dari Detik, Senin (29/4).
Salah satu kereta yang harus berhenti adalah KA Mutiara Timur jurusan Surabaya Gubeng-Banyuwangi. Akibatnya, sebanyak 322 penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus melakukan pengembalian biaya.
Saat ini, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya sedang mengembalikan biaya tiket," kata Manajer Humas Daop 8 Suprapto masih dilansir dari Detik. "Bagi para penumpang KA Mutiara Timur relasi Surabaya Gubeng-Banyuwangi."
Adapun dari 322 penumpang tersebut, mayoritas berasal dari Surabaya yakni sebanyak 273 orang. Sedangkan 38 orang lainnya naik dari Sidoarjo dan sisanya dari Bangil. KA Mutiara dijadwalkan tiba di Banyuwangi sekitar pukul 15.00 WIB. "Seharusnya KA Mutiara Timur itu berangkat jam 9 pagi dan nyampe Banyuwangi estimasi pukul 15.00 WIB," tambah Suprapto.
Atas ketidaknyamanan ini, pihak KAI menyampaikan permohonan maaf mereka. "Kami dari pihak PT KAI Daop 8 Surabaya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan akibat terganggunya layanan KA menuju Jember/Banyuwangi. Sebab, ada banjir di wilayah Kraton-Pasuruan, masuk wilayah operasi PT KAI Daop 9 Jember," ujar Suprapto.
KA Mutiara Timur bukan satu-satunya kereta yang mengalami dampak banjir. KA Wijaya Kusuma jurusan Cilacap-Banyuwangi juga harus terhenti di Stasiun Bangil. Andi mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan perjalanan kereta lain di belakangnya juga akan terganggu. "Otomatis kereta di belakangnya terhambat," terang Andi.
Tak hanya jalur kereta, banjir rupanya juga menghambat akses jalan. Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo tepatnya di Kraton harus ditutup karena air yang menggenang. Bahkan ketinggian air diperkirakan mencapai lebih dari 50 cm.
(wk/zodi)