Pada Rabu (22/5), Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan merilis hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2019. Untuk mengamankan proses tersebut maka sederet personel TNI dan Polri disiagakan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 Mei 2019 - 14:11 WIB
WowKeren - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada Rabu (22/5) mendatang. Pengumuman ini dikhawatirkan bisa memicu konflik sehingga rawan mempengaruhi kondisi keamanan Nasional.
Untuk itu, Polri akan memastikan keamanan menjelang pengumuman hasil Pemilu tersebut. Masyarakat juga diimbau agar tidak panik dengan isu yang berkembang yang mengatakan bahwa akan terjadi kericuhan pada 22 Mei mendatang.
Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol M Iqbal. Iqbal mengimbau kepada semua pihak yang keberatan dengan hasil keputusan Pemilu untuk menyampaikannya lewat jalur hukum.
"Ya kita jamin aman," kata Iqbal di Mabes Polri, Kamis (16/5). "Dan kita berdoa kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala bahwa semua masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat, ya menyampaikan apa pun isi hatinya tetap dalam koridor undang-undang atau hukum."
Setiap orang memang berhak menyuarakan pendapatnya. Namun, penyampaian pendapat tersebut juga harus disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku. Sebab, kebebasan berpendapat tidak boleh berbenturan dengan kebebasan orang lain. Oleh sebab itu, setiap orang juga wajib menghormati kebebasan orang lain agar tidak terjadi konflik.
"Bahwa penyampaian pendapat di muka umum itu tidak absolut," tegas Iqbal. "Ada batasan-batasan, menghormati hak asasi orang, memperhatikan persatuan dan kesatuan bangsa dan sebagainya."
Untuk mengamankan 22 Mei nanti, sejumlah personel Polri dan TNI sudah dikerahkan. "Polisi di-backup oleh TNI, meyakinkan semua wilayah NKRI insyaallah aman," tutur Iqbal.
Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiagakan 32 ribu pasukan yang merupakan gabungan dari personel TNI dan Polri. Personel gabungan ini dikatakannya sudah akan menjalankan pengamanan sejak Senin (22/5). "Dengan personel yang telah disiapkan, kami yakin dapat mengantisipasi potensi massa," kata Dedi dilansir dari iNews, Jumat (17/5).
Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto juga meminta agar jajaran aparat keamanan menghalau massa yang hendak ke Jakarta pada hari pengumuman hasil Pilpres nanti. "Jelaskan ke masyarakat tidak perlu ke sana (Jakarta). Pemilu sudah selesai, sudah ada hasilnya. Percuma sampean ke sana," kata Wiranto di Jakarta, Kamis (16/5).
(wk/zodi)