PDIP Duga Ada Pemodal Besar Di Balik Aksi Perusuh 22 Mei yang Hendak Bunuh 4 Tokoh Nasional
Nasional

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta agar polisi mengusut siapa aktor di balik aksi rusuh 22 Mei yang diyakini memiliki kekuatan modal yang sangat besar.

WowKeren - Aksi rusuh yang terjadi pada Rabu (22/5) di Jakarta cukup membuat resah. Aksi yang mulanya diharapkan berjalan damai justru memakan korban akibat ulah oknum tertentu yang sengaja memprovokasi massa.

Rupanya, aksi kerusuhan tersebut memang sengaja disulut untuk mengincar nyawa empat orang tokoh nasional. Polisi telah menetapkan enam orang tersangka terkait kepemilikan senjata api ilegal.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ikut merespons temuan tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta agar pihak kepolisian bisa mengusut dalang di balik siapa yang memberikan perintah kepada perusuh 22 Mei untuk menghabisi nyawa empat orang pejabat negara. Hasto yakin bahwa hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki modal sangat besar.

"Ya pihak kepolisian perlu berkonsentrasi siapa yang berada di belakang," kata Hasto di Kantor DPP PDIP Jakarta, Senin (27/5). "Yang tentu saja punya kekuatan modal yang cukup besar. Mereka yang punya kekuatan uang."


Dalang tersebut, dikatakan Hasto, telah sengaja membenturkan rakyat dengan aparat sehingga harus ditindak secara tegas. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan memberikan ruang untuk ideologi selain Pancasila apalagi terorisme.

"Karena itulah, aparat keamanan bersama seluruh lapisan masyarakat akan bersama-sama menghadapi mereka-mereka yang mempromosikan tindakan kekerasan itu," lanjut Hasto. "Ideologi kegelapan, apalagi terorisme, tidak bisa hidup di negara yang cinta damai ini."

Apa yang dilakukan oleh aktor di balik aksi kerusuhan tersebut merupakan tindak pidana yang melanggar hukum. Lebih jauh, upaya atau tindakan tersebut sama saja dengan melawan negara. Oleh sebab itu, ia meminta agar aparat mau mengungkap aktor tersebut dan menindaknya sesuai hukum yang berlaku.

"Karena kalau ada dana yang beredar kemudian membiayai berbagai tindakan-tindakan anarkis, ini merupakan pelanggaran hukum pidana dan bertentangan dengan tujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," tegas Hasto. "Ini nyata-nyata melawan negara. Karena itulah, polisi jangan ragu-ragu menindak siapa pun mereka."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait