Sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa terdapat 4 tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan dalam kerusuhan Aksi 22 Mei. Terdapat enam tersangka yang ditangkap terkait kasus ini.
- Nur Islamiyah
- Rabu, 29 Mei 2019 - 10:26 WIB
WowKeren - Polisi mengungkapkan bahwa terdapat 4 tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan dalam kerusuhan Aksi 22 Mei. Keempat tokoh nasional tersebut adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan belum dapat menyampaikan ke publik perihal motif aktor intelektual memilih nama-nama tersebut sebagai target pembunuhan. Pasalnya, penyidik belum memeriksa aktor intelektual dalam kasus tersebut.
"Kenapa empat tokoh itu yang dipilih untuk dijadikan target, ya itu setelah pemeriksaan aktor intelektualnya," kata Dedi. Sementara untuk motif enam orang yang ditangkap atas kepemilikan senjata api ilegal adalah ekonomi.
"Kalau yang enam orang, motifnya motif ekonomi dan mereka dianggap mampu oleh aktor intelektualnya," ujarnya, seperti yang dikutip dari Detik. "Mereka kan suruhan."
Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal sebelumnya menyebut sudah ada enam tersangka yang dijerat terkait hal tersebut. Keenamnya adalah HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.
Satu-satunya wanita yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut adalah AF. Ia disebut berperan sebagai pemilik dan penjual senpi kepada salah satu tersangka, yakni HK.
AF pun diduga menerima bayaran sejumlah Rp50 juta atas transaksi tersebut. "13 Oktober 2018, tersangka HK membeli satu pucuk revolver Rp50 juta dari AF," tutur Iqbal.
Di sisi lain, menanggapi ancaman tersebut, Wiranto menyatakan dirinya akan terus menegakkan kebenaran. Katanya, tidak hanya 4 pejabat yang diancam akan dibunuh.
"Memang yang diancam tidak hanya 4 orang, ada pejabat-pejabat lain yang juga diancam seperti yang saya alami. Tapi saya kira kita tidak perlu surut dengan ancaman itu," tutur Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/5). "Dan kita tetap teguh untuk menegakkan kebenaran, menegakkan keamanan nasional."
(wk/nris)