Polisi Temukan Bambu Runcing Dalam Ambulans di GNKR Sumatera Utara
Nasional

Bambu runcing tersebut rencananya akan dibagikan kepada massa unjuk rasa saat kerusuhan mulai terjadi. Untungnya, kericuhan berhasil mereda sehingga bambu runcing batal diedarkan.

WowKeren - Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat atau GNKR Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumut pada Jumat (31/5). Aksi itu digelar sebagai bentuk penolakan terhadap hasil Pemilu 2019.

Namun, ada satu hal tak biasa. Kepolisian Resort Kota Besar Medan menemukan adanya bambu runcing di dalam mobil ambulans yang terparkir di sana. "Ada yang mempersiapkan bambu runcing dalam mobil ambulans yang diparkirkan di seputaran DPRD Sumut," kata Ketua Tim Sidik Pelanggaran Dugaan Makar Satreskrim Polrestabes Medan, Ajun Komisaris Polisi Rafles Marpaung, di Polrestabes Medan, Jumat (31/5).

Rafles menduga mobil ambulans tersebut merupakan milik salah satu masjid di Medan Marelan. Terkait bambu runcing di dalamnya, diperkirakan nantinya akan dibagikan ke para massa aksi unjuk rasa saat terjadi kerusuhan. Untungnya, kericuhan bisa berhasil dicegah sehingga kerusuhan tidak jadi membesar. Bambu runcing pun batal diedarkan.

Selama aksi unjuk rasa tersebut, massa merusak kawat berduri dan melempari petugas yang berjaga di sekitar kantor DPRD Utara. Hampir sama seperti yang terjadi di Jakarta, polisi menyebut ada unsur kesengajaan agar aksi demo berakhir rusuh.


Hal itu diketahui dari penyelidikan terhadap ketua GNKR Sumut Rabualam Syahputra. Polisi berhasil menyita ponsel dari tangan tersangka. "Dari handphone yang kami amankan dari tersangka (Rabualam) ada bahasa itu memang sudah direncanakan," ujar Rafles.

Rabualam rencananya akan memberikan orasi namun dengan menggunakan kata-kata yang provakatif. Tujuannya, untuk memancing polisi agar melakukan tindakan yang represif. Dengan begitu, massa juga akan tersulut amarahnya untuk membalas tindakan polisi.

Hingga kini, polisi masih melakukan investigasi terkait gerakan itu untuk mengetahui siapa pemodal besar yang membiayai aksi tersebut. Rafles masih belum tahu apakah pendanaan tersebut hanya sebatas untuk konsumsi atau juga makar.

"Ada sejumlah orang yang mendanai," jelas Rafles. "Tapi keterkaitannya apakah hanya untuk konsumsi atau makar, masih kita dalami. Itu atas nama perorangan."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait