Beberapa Jemaah Menilai Isi Khotbah yang Disampaikan Tidak Sesuai Dengan Konteks Ibadah Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah Warganet pun Memuji Sikap Tegas Jemaah.
- Wahyu
- Sabtu, 08 Juni 2019 - 12:34 WIB
WowKeren - Khatib belum selesai berkhotbah ketika jemaah Salat Idul Fitri 1440 H di Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah membubarkan diri. Jemaah Salat Id memilih membubarkan diri karena khotbah yang disampaikan dinilai berkaitan dengan politik.
Kejadian itu pun terekam melalui kamera ponsel dan videonya menjadi viral di media sosial. Salah satu yang turut mengunggah ulang video tersebut adalah akun Instagram @m.bahrunnajach pada Jumat (7/6).
"Detik detik jamaah membubarkan diri setelah mendengar khutbah sholat ied tentang politik," tulis @m.bahrunnajach di kolom caption postingannya.
Dalam video berdurasi satu menit tersebut terlihat beberapa jemaah laki-laki meninggalkan tempat Salat Id saat khatib masih terdengar menyampaikan khotbah. Beberapa orang juga diketahui berteriak di antara suara khatib yang belum diketahui identitasnya itu.
Bahkan beberapa orang yang menggunakan kendaraan bermotor ikut membunyikan klakson terus-menerus atau memainkan tuas gas sepeda motornya. Suasana pun semakin gaduh dan tidak kondusif karenanya.
Ketika dikonfirmasi, sejumlah jemaah mengaku pulang sebelum ceramah selesai karena tak nyaman dengan isi ceramah sang khatib. Mereka berpendapat ceramah yang menyinggung ranah politik itu tidak sesuai dengan suasana fitri yang semestinya terjaga.
"Bali wae (pulang saja)," ujar salah seorang jemaah di lokasi kejadian. "Ceramah politik, enggak nyambung."
Video yang telah ditonton sebanyak hampir 50 ribu kali ini pun menuai banyak komentar. Kolom komentar didominasi ungkapan bangga dan rasa syukur warganet melihat sikap tegas jemaah atas khotbah bernuansa politik yang disampaikan.
"Senang aku kalo saudara2 ku semakin cerdas...tinggalin aja kalo penceramahnya sudah melenceng, Keren lur," kata akun @minimi*** yang mendapat 439 likes. "Kalo saya akan langsung teriak protes terus tinggal."
"Rakyat ud pinter semua," tulis @ryanto***. "Jamaahnya top langsung membubarkan diri, biar panitianya lain kali pilih yang bener," imbuh akun @kapanekohar***.
Sejumlah warganet pun menyesalkan kejadian tersebut. Mereka menilai Hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari kemenangan umat Islam justru menjadi ajang penebar fitnah. Ceramah bermuatan politis pun dinilai justru merenggangkan kembali tali silaturahmi dan kerukunan yang sempat terpupuk menjelang Idul Fitri.
(wk/wahy)