Hampir Tak  Pernah Terdeteksi, Tren Hoaks Rupanya Beralih dari Medsos Ke WhatsApp
Nasional

Selama ini, media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter menjadi lahan yang subur bagi hoaks untuk berkembang. Namun rupanya, tren penyebaran hoaks kini mulai merambah ke aplikasi perpesanan.

WowKeren - Penyebaran hoaks masih menjadi PR bagi Bareskrim Polri untuk diselesaikan. Media sosial menjadi tempat yang sangat mendukung untuk hoaks menyebar lebih cepat. Namun, belakangan menunjukkan bahwa tren penyebaran hoaks mulai ramai terjadi di aplikasi perpesanan WhatsApp. Beralihnya tren penyebaran hoaks dari media sosial ke WhatsApp ini dikemukakan oleh Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul.

Rickynaldo mengatakan bahwa penyebaran hoaks melalui WhatsApp justru lebih cepat dibanding platform medsos seperti Facebook, Instagram, maupun Twitter. Sebab, grup yang ada di WhatsApp selama ini tidak terdeteksi sehingga hoaks bisa tumbuh subur di sini.


"Memang saat ini sudah beralih dari media sosial FB, Twitter, IG beralih kepada WA grup, bahkan penyebarannya dapat lebih cepat WA grup," kata Rickynaldo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/6). "Karena kan WA grup selama ini tidak terdeteksi lah ya."

Hal tersebut diungkapkan oleh Rickynaldo terkait penangkapan seorang terduga penyebar hoaks yang diklaim sebagai percakapan antara dua pejabat negara yang merekayasa kasus Kivlan Zen. Adalah pelaku berinisial YM yang menyebar hoaks terkait percakapan yang diklaim dilakukan oleh antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, ke 10 grup WhatsApp.

Menindaklanjuti hal ini, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri segera melakukan penyisiran siber ke konten grup yang ada di WhatsApp. Namun, hal ini bukan berarti pihak Bareskrim Polri harus masuk ke dalam grup tersebut. Pendalaman dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang melapor.

"Kalau patroli itu kan patroli di dunia maya artinya kita lihat di dunia maya," tutur Rickynaldo. "Kita tunggu aduan masyarakat, kita gali informasi dari orang yang mengadukan."

Rickynaldo menegaskan bahwa percakapan yang seolah-olah terjadi antara Tito dengan Luhut tidak benar adanya. Penyidikan terhadap Kivlan Zen sudah dilakukan sesuai prosedur hukum tanpa ada rekayasa.

"Penyidikan terhadap tersangka Kivlan Zen sudah dilakukan secara terbuka, tidak ada rekayasa," tegas Rickynaldo. "Tersangka juga dipenuhi haknya serta didampingi oleh pengacara dan pada saatnya nanti akan dilakukan persidangan secara terbuka."

You can share this post!

Related Posts
Loading...