Kecelakaan maut antara sebuah bus dengan 2 mobil dan 1 truk terjadi di KM 150 Tol Cipali, Jawa Barat. Tercatat 12 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka atas kejadian ini.
- Wahyu
- Selasa, 18 Juni 2019 - 10:48 WIB
WowKeren - Meninggalnya 12 orang akibat kecelakaan beruntun di Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) pada Senin (17/6) dini hari sangat disayangkan banyak pihak. Pasalnya kecelakaan maut tersebut bukan karena faktor kelalaian melainkan karena ulah seorang penumpang yang menyerang sopir hingga membuat bus hilang kendali.
Mudahnya penumpang memasuki wilayah kerja pengemudi seakan menjadi peringatan terkait pentingnya upaya untuk menjaga konsentrasi dan keamanan bagi sopir selama menjalankan tugasnya. Salah satu caranya adalah dengan membuat sekat atau ruang khusus bagi pengendara yang terpisah dari penumpang.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun angkat bicara soal ini. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan bahwa aturan terkait pengadaan ruang khusus bagi sopir sudah pernah muncul ketika proses penyusunan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2009.
"Sekat atau ruang khusus bagi sopir, khususnya pengemudi bus jarak jauh, sudah pernah dibicarakan. Tapi memang entah mengapa hal tersebut tidak jadi," kata Budi, Senin (17/6). "Nanti akan kami coba kembali ajukan, karena kabarnya akan ada revisi UU Lalu Lintas Tahun 2009."
Budi lantas menuturkan sekat atau ruang khusus bagi sopir saat berkendara bukanlah hal baru dalam dunia transportasi publik. Beberapa negara besar bahkan sudah mengharuskan setiap transportasi publik memiliki ruang khusus bagi pengemudi. Karena itu, nantinya Kemenhub akan berupaya mengusulkan kembali dalam perombakan aturan yang sampai saat ini masih diwacanakan.
Sebenarnya beberapa bus penumpang yang beroperasi di Jakarta juga sudah ada yang menerapkan sekat untuk memisahkan sopir dan penumpang. Salah satu contoh seperti armada bus milik TransJakarta.
"Jadi selain untuk faktor keselamatan sopir, adanya sekat juga untuk menjaga konsentrasi sopir saat mengendarai bus," tutur Budi, dikutip dari laman Kompas, Selasa (18/6). "Berangkat dari kejadian tadi, kita coba untuk bicarakan agar bisa menjadi sebuah standar nantinya."
Sebelumnya diberitakan sebuah bus Safari Dharma Raya bertabrakan dengan 2 mobil dan sebuah truk pada Senin (17/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa kecelakaan ini terjadi akibat ulah seorang penumpang bernama Anshor (29) menyerang sopir bus.
Belakangan Anshor mengaku menyerang sopir karena mendengar sopir serta kernet bus berencana menghabisi nyawanya. Namun polisi menyebut masih akan mendalami keterangan tersebut.
(wk/wahy)