Tersangka Pemicu Kecelakaan Tol Cipali Disebut Merasa Diikuti dan Dibayangi-Bayangi Sesuatu
Nasional

Tersangka pemicu kecelakaan beruntun di Tol Cipali, Amsor, disebut adiknya selalu merasa was-was dan ketakutan. Amsor menumpangi bus Safari Dharma Raya yang mengalami kecelakaan itu untuk pulang kampung.

WowKeren - Pihak kepolisian telah menetapkan penumpang yang berupaya merebut kemudi sopir bus, Amsor, sebagai tersangka kasus kecelakaan beruntun di Tol Cipali pada Senin (17/6) dini hari. Amsor mengaku mendengar rencana pembunuhan terhadap dirinya oleh kru bus.

Amsor diketahui bertempat tinggal di Desa Watu Belah RT 01 RW 02, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ketua RT tempat tinggal Amsor, Rusbandi, mengaku telah mendapatkan kabar tersebut. "Tadi malam adiknya, Emah, ke rumah minta surat pengantar untuk klaim asuransi Jasa Marga," tutur Rusbandi dilansir TribunNews pada Selasa (18/6).


Emah adik Amsor pun sempat bercerita mengenai kakaknya kepada Rusbandi. Menurut Emah, kakaknya yang bekerja sebagai petugas keamanan di Gandaria Tower Jakarta tersebut merasa tak tenang. Pasalnya, Amsor mengaku ada rekan kerja yang tak menyukainya.

Amsor pun menumpangi bus Safari Dharma Raya yang mengalami kecelakaan tersebut untuk pulang kampung. Emah menyebut bahwa Amsor merasa seperti diikuti sesuatu.

"Kata adiknya itu Amsor seperti ada yang mengikuti," tutur Rusbandi. "Dibayang-bayangi sesuatu."

Perasaan itu disebut telah dirasakan Amsor sejak berangkat menuju Cirebon. Ia merasa was-was dan ketakutan lanataran merasa seakan hendak dibunuh.

Dalam perjalanan itu, Amsor mendengar percakapan kenek dan sopir bus yang membuatnya berbuat nekat. "Di obrolan itu, Amsor mendengar sopir dan kenek bus terlibat rencana pembunuhannya," jelas Rusbandi.

Amsor sendiri kini tengah menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon, Cirebon. Ia dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara. Meski demikian, polisi masih belum bisa memeriksa kejiwaan Amsor.

"Belum diperiksa kejiwaannya, masih dirawat," tutur Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mariyono dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (18/6). "Sebelum diperiksa psikiater saja dia tersangka muntah, kondisinya sekarang masih terbaring."

Di sisi lain, kecelakaan nahas tersebut menyebabkan 12 orang meninggal dan 43 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban kemudian dilarikan ke dua rumah sakit terdekat, yakni RS Mitra Plumbon dan RS Cideres. Kecelakaan itu melibatkan sebuah bus, truk, mobil Xpander, dan Innova.

You can share this post!

Related Posts
Loading...