Sidang MK Diwarnai Debat Panas Luhut Vs BW, Singgung Senioritas Hingga Permainkan Nyawa Orang
Nasional

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto alias BW, terlibat adu mulut dengan anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Luhut Pangaribuan, di persidangan MK pada Selasa (18/6).

WowKeren - Perdebatan panas antara kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo mewarnai sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam sidang yang digelar pada hari ini (18/6), Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto alias BW, adu mulut dengan anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Luhut Pangaribuan.

Adu argumen tersebut bermula dari BW yang meminta agar MK memberikan perlindungan kepada saksi yang akan ia hadirkan. Namun, MK menolaknya.


Menanggapi pernyataan BW, Luhut pun meminta majelis hakim agar Tim Hukum Prabowo-Sandi menjelaskan secara tuntas maksud ancaman tersebut. Pasalnya, menurut Luhut, apabila tidak dijelaskan dengan tuntas akan timbul kesan tuduhan tersembunyi atau insinuasi terhadap kubu lawan.

"Apalagi dikaitkan dengan sudah konsultasi dengan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Jadi semakin serius. Kalau sungguh (ancaman) itu ada, apa bentuknya. Apakah selain konsultasi kepada LPSK, sudah disampaikan kepada polisi?" tutur Luhut. "Ini tidak baik, (kalau) tidak dituntaskan, karena ini menjadi sifatnya insinuasi. Jadi seolah drama yang tidak memperhatikan orang-orang dalam persidangan ini."

Omongan Luhut lantas dipotong oleh BW. "Saya keberatan," ucap BW.

Luhut yang notabene merupakan senior BW di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pun tak terima. "Anda tidak menghormati senior," tegas Luhut.

Setelah itu, Luhut kembali meminta penjelasan terkait ancaman kepada saksi yang digaungkan oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi. "Kalau betul ada (ancaman), tolong sampaikan di persidangan ini untuk membantu. Syukur-syukur kalau ini bukan drama. Kalau sungguh-sungguh, mari kita dengarkan, kewajiban kita, langsung atau tidak langsung," jelas Luhut.

Mendengar pernyataan tersebut, BW justru menaikkan nada bicaranya. "Ini bukan drama. Ini sungguh-sungguh. Jangan mempermainkan nyawa orang!" tegas BW.

Sebelumnya, BW sempat mengungkapkan pihaknya berniat menggunakan tirai dalam pemeriksaan di sidang MK untuk menjamin keselamatan saksinya. "LPSK ternyata pernah punya pengalaman untuk melakukan teleconference atau video conference. Juga memeriksa saksi menggunakan tirai, tanpa tampak wajah, tapi identitas terkroscek (valid)," tutur BW di Gedung MK pada Selasa (18/6).

You can share this post!

Related Posts
Loading...