Suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan, khususnya di malam hari hingga tembus ke angka 18 derajat Celsius.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 21 Juni 2019 - 14:51 WIB
WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta berbicara mengenai penurunan suhu udara di provinsi ini. Dalam beberapa hari belakangan ini, suhu di sana mencapai titik terendah hingga 18 derajat Celsius.
"Suhu udara terendah khususnya malam hari," kata Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Sigit Hadi Prakoso di Yogyakarta dilansir dari Antara, Jumat (21/6). "Dalam beberapa hari ini berkisar 18 derajat Celsius."
Suhu dingin tersebut diperkirakan akan terus berlangsung hingga Agustus nanti. Kondisi ini disebabkan karena sekarang Yogyakarta telah memasuki musim kemarau yang didominasi oleh langit cerah tanpa tutupan awan.
Akibatnya, kondisi ini menyebabkan radiasi panas dari bumi dilepaskan secara bebas ke atmosfer pada malam hari. Sehingga, suhu pada waktu tersebut akan seketika menurun.
"Kondisi ini mengakibatkan pelepasan radiasi panas dari bumi ke atmosfer pada malam hari terjadi tanpa halangan," jelas Sigit. "Sehingga mengakibatkan suhu udara di permukaan bumi cepat mendingin."
Tak hanya itu, faktor lain yang ikut berperan dalam menurunnya suhu udara di Yogyakarta adalah angin Monsoon yang berembus dari Australia. Angin ini membawa udara dingin dari Benua Kanguru ke Asia yang memiliki tekanan udara lebih rendah melewati Pulau Jawa.
Sedangkan faktor lainnya adalah posisi matahari dalam gerak semu tahunan. Saat ini, matahari berada hampir di garis balik utara, yakni 23,5 lintang utara. Posisi ini mengakibatkan intensitas radiasi yang diterima oleh wilayah selatan Indonesia menjadi lebih sedikit.
Ketiga faktor tersebut berkolaborasi hingga menghasilkan suhu udara yang dingin di wilayah tertentu. "Interaksi ketiga faktor inilah yang menyebabkan suhu yang kita rasakan dalam beberapa hari ini terasa dingin," ujar Sigit.
Sigit mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi peningkatan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Suhu yang dingin ini tidak menutup kemungkinan akan membuat suhu badan menurun jika berlangsung selama terus-menerus.
(wk/zodi)