President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan bahwa ada lebih dari 80 persen software di Indonesia masih ilegal hal inilah yang memicu ancaman terhadap keamanan data pengguna.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 28 Juni 2019 - 17:02 WIB
WowKeren - Kehadiran internet yang dianggap sangat menguntungkan memang bukan tanpa celah. Masalah keamanan kerap menghantui para pengguna internet, baik yang disadari maupun tidak.
Dari sekian banyak serangan berbahaya ke jaringan internet di Indonesia, malware disebut-sebut sebagai yang paling banyak terjadi. Hal ini membuat Indonesia menjadi target favorit serangan malware bahkan masuk ke tiga besar negara di dunia yang rentan mengalami serangan ini. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee.
"Malware itu ada banyak jenisnya," kata Haris dilansir dari Grid, Jumat (28/6). "Tapi dari apa yang saya lihat di data Microsoft itu, sangat jelas bahwa Indonesia masuk tiga besar, itu bukan hal yang layak untuk dibanggakan."
Meski demikian, peringkat itu tidak bersifat tetap. Artinya, terkadang Indonesia masuk ke peringkat satu maupun dua. Ia mengatakan bahwa data tersebut terpampang di papan statistik kantor pusat keamanan siber Microsoft yang ada di Amerika Serikat. "Jadi kadang nomor satu, dua, atau tiga, naik turun peringkatnya," imbuh Haris.
Lebih lanjut, ia membeberkan alasan jaringan internet Indonesia rentan diserang malware. Hal itu disebabkan karena masih banyaknya pengguna perangkat lunak ilegal di negeri ini.
Software yang bukan resmi tidak memiliki pembaruan keamanan secepat versi resminya. Akibatnya, keamanan data pengguna menjadi taruhannya. Dikatakannya, jumlah pengguna perangkat lunak ilegal di Indonesia mencapai 80 persen.
"Kalau dari segi statistik itu sekitar 83 persen software di Indonesia ini ilegal," tutur Haris. "Illegal software adalah salah satu penyebab terbesar serangan berbahaya."
Oleh sebab itu, ia terus mendorong agar masyarakat menggunakan perangkat lunak resmi untuk keamanan data. Ia menegaskan bahwa Microsoft memiliki komitmen yang serius untuk menjaga keamanan data penggunanya.
"Alasan mengapa kami ada pusat keamanan siber itu menunjukkan kepada costumer dan mitra kami, bahwa keamanan sangat serius bagi kami," tegas Haris. "Kami investasi satu miliar dollar AS setiap tahun untuk keamanan."
(wk/zodi)