Pemprov Jatim Akan Beri Sanksi Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam Baru
Nasional

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jawa Timur Hudiono menegaskan bahwa pihak sekolah menawarkan seragam baru namun dilarang untuk mewajibkan murid-murid agar membelinya.

WowKeren - Biaya pendidikan memang tidak bisa dibilang murah. Meskipun pemerintah Jawa Timur telah menggratiskan biaya SPP untuk jenjang sekolah SMA dan SMK, namun masih banyak kebutuhan lain yang harus dibeli termasuk seragam.

Sayangnya, masih ada saja sekolah negeri justru mewajibkan siswa baru mereka untuk membeli beberapa setel seragam. Hal ini banyak dikeluhkan oleh para wali murid karena mereka harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendaftarkan anak mereka. Tentu saja bagi siswa yang kurang mampu, syarat pendaftaran ini amat memberatkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyampaikan surat edaran ke seluruh kepala sekolah agar tidak mewajibkan siswa mereka membeli seragam baru. Lagi pula, pemerintah juga akan memberikan dua setel seragam baru, selain penggratisan SPP.

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jawa Timur Hudiono mengatakan bahwa seragam gratis tersebut akan diberikan pada September mendatang. Jika masih ada sekolah yang mewajibkan siswanya membeli seragam, maka akan diberi sanksi.


"Kan Pemerintah akan memberikan seragam cuma satu setel," kata Hudiono dilansir dari Suara Surabaya, Selasa (2/7). "Satu seragam abu-abu putih dan satunya pramuka yang akan diberikan September mendatang. Pemerintah sudah memberikan kemudahan."

Meski demikian, Hudiono tidak menampik jika ada sekolah yang menawarkan siswanya membeli seragam baru. Namun, hal itu hanya sebatas tawaran sehingga tidak ada keharusan untuk membelinya. "Kalau tidak bisa beli tidak ada penolakan masuk sekolah," lanjut Hudiono.

Memasuki tahun ajaran baru, bukan berarti seragam yang dipakai juga harus baru, meskipun pada umumnya hal ini sudah menjadi tradisi masyarakat kita. Budiono mengatakan bahwa bagi siswa yang kurang mampu, tidak ada larangan untuk memakai seragam sekolah yang lama.

Ia juga menuturkan kemungkinan lain seperti mengimbau kakak kelas untuk menyumbangkan seragam lama yang masih layak pakai kepada adik kelas mereka. "Jadi tidak boleh sampai ada siswa tidak boleh masuk sekolah hanya karena tidak bisa beli seragam baru," pungkas Hudiono.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait