Isu adanya data e-KTP dan KK yang diperjualbelikan membuat warganet resah karena kebocoran data semacam itu berpotensi disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 29 Juli 2019 - 08:14 WIB
WowKeren - Warganet media sosial sedang ramai memperbincangkan isu adanya praktik jual beli terhadap data e-KTP dan Kartu keluarga (KK). Tak sedikit warganet yang resah mengingat data-data tersebut bisa saja disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Menanggapi hal ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) buka suara. Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menuturkan bahwa jika memang terdapat jual beli data e-KTP dan KK, maka data tersebut tidak berasal dari Dukcapil.
"Jadi saya pastikan data kependudukan yang dijualbelikan itu bukan berasal dari Dukcapil," kata Zudan dalam keterangannya, Minggu (28/7). "Saya juga ingin memastikan bahwa data NIK serta KK tersimpan aman di data base Dukcapil dan tidak bocor seperti dugaan masyarakat."
Alsannya, Kemendagri sudah memasang sistem keamanan berlapis untuk pusat data mereka. Untuk mengakses data ini, seseorang harus melalui tiga tahapan pindai sidik jari. Selain itu, Dukcapil juga menggunakan jalur Virtual Private Network (VPN) saat berhubungan dengan operator. Oleh sebab itu, sangat kecil kemungkinan data tersebut bisa bocor.
"Jadi kalau bocor dari dalam sangat kecil kemungkinannya. Yang paling memungkinkan adalah penyalahgunaan data yang beredar luas di Google tadi dan dikumpulkan serta diolah oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan," jelas Zudan. "Apalagi UU Perlindungan Data Pribadi saat masih digodog di Pemerintah. Penyalahgunaan data kependudukan via medsos jadi sangat liar."
Terkait hal ini, pihak kepolisian juga ikut menanggapi. Polda Metro Jaya mengatakan akan turun tangan menyelidiki jual-beli data NIK e-KTP dan KK tersebut. "Akan kita selidiki dan proses," kata Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu dilansir dari Detik, Senin (29/7).
Adalah warganet bernama Hendra Hendrawan yang pertama kali mengangkat kasus ini ke media sosial. Ia berharap agar pemerintah bisa menindaklanjuti kasus ini. "Harapan saya pemerintah menindaklanjuti kasus ini. Jangan sampai ada korban-korban karena bisa saja menimpa keluarga kita sendiri," katanya masih dilansir Detik.
(wk/zodi)