Istri Sandiaga Uno Dikabarkan Maju Pilwalkot Tangsel, Ini Kata Pengamat
Instagram/nurasiauno
Nasional

Pengamat Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati menyinggung soal dinasti politik eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang telah mengakar kuat di provinsi tersebut.

WowKeren - Nama istri mantan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, Nur Asia Uno mendadak muncul dalam bursa Calon Wali Kota Tangerang Selatan periode 2020-2025. Nur Asia masuk dalam bursa usai Gerindra mengaku siap mendukung langkah politik wanita berusia 48 tahun tersebut.

"Mengusulkan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Pak Prabowo," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad melalui pesan singkat, Rabu (31/7). "Untuk memajukan ibu Nur Asia Uno sebagai calon Wali kota Tangerang Selatan yang akan diusung oleh partai Gerindra."

Wacana ini membuat pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati angkat bicara. Menurutnya, langkah Nur Asia untuk menjadi pemimpin Tangsel tak akan mudah.

Batu sandungan utama Nur Asia dan Gerindra adalah kekuatan dinasti politik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Apalagi Tangsel, ujar Wasisto, merupakan "istana" untuk dinasti tersebut.

"Saya pikir peluang beliau (Nur Asia) belum begitu besar," kata Wasisto, Selasa (31/7). "Terlebih Tangsel sendiri identik dengan keluarga dinasti Atut. Dinasti itu akan jadi batu sandungan bagi Nur."


Untuk diketahui, gubernur yang tersandung kasus korupsi senilai Rp 79 miliar itu sudah memiliki kroni-kroni untuk "menguasai" Banten. Bahkan posisi Wali Kota Tangsel saat ini pun diduduki oleh Airin Rachma Diany, yang tak lain merupakan istri Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung Ratu Atut.

Melihat hal itu, Wasisto menilai kemungkinan besar dinasti politik Ratu Atut tak akan melepas wilayah Tangsel yang sudah lama menjadi basis kekuasaannya. Sehingga, bila Nur Asia berniat menjadi wanita nomor satu di Tangsel, ia harus berhadapan dengan kroni-kroni dinasti Ratu Atut.

"Karena dinasti ini tidak mungkin mau melepas daerah yang telah lama jadi basisnya," jelasnya, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (1/8). "Kroninya di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten masih besar."

Selain itu, menurut Wasisto, modal politik Nur Asia masih belum cukup. Meski memiliki modal finansial, ia menilai Nur Asia masih belum punya basic jaringan akar rumput dan kemampuan keterampilan teknis dalam memimpin Tangsel.

"Hanya saja konteks pemilukada Tangsel ini kan pemilu urban yang butuh pemimpin yang problem solver dan taktis," katanya. "Faktor kekayaan itu tidaklah cukup."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait