Warga yang Gugat Polusi Udara DKI Ngaku Tak Bermaksud Serang Gubernur Anies Baswedan
Nasional

Menurut salah satu penggugat yang bernama Melanie Subono, pihaknya mengajukan gugatan lantaran hak mereka untuk bernapas dinilai terganggu oleh kualitas udara yang buruk.

WowKeren - Sekelompok masyarakat telah menggugat pemerintah terkait buruknya kualitas udara DKI Jakarta. Gubernur DKI, Anies Baswedan, juga menjadi salah satu pihak yang dituntut untuk bertanggung jawab.

Salah satu penggugat yang bernama Melanie Subono mengaku gugatan ini bukanlah untuk menyerang sang Gubernur. "Gini, gue enggak mau mempolitisir ini karena banyak orang yang berpikir ini untuk menyerang gubernur. No, no, no," jelas Melanie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (1/8).

Menurut Melanie, pihaknya mengajukan gugatan tersebut lantaran bernapas dinilai sebagai hak asasi manusia. Namun hak warga DKI ini terganggu oleh kualitas udara yang buruk.

"Intinya kita manusia salah satu hak paling mendasar di hak asasi adalah bernapas dan ini sudah diakui bukan hanya di Indonesia tapi di dunia bahwa kualitas hidup kita, tanah air, air bayar, nafas kita empot-empotan," terang Melanie. "Itu lah bagian dari hak hidup kita."

Melanie pun lantas menjelaskan bahwa ada sekitar 30 orang yang menjadi pihak penggugat. Mereka menggugat pemerintah pusat hingga Pemprov DKI.


"Pemerintah Indonesia dan pemerintah kota Jakarta," ungkap Melanie. "KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Pemda Jakarta, Bapak Anies Baswedan."

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga dikabarkan ikut dituntut dalam gugatan ini. Namun Melanie mengaku belum melihat nama Kang Emil.

"Kemarin itu, dia (Kang Emil) sih gue sempat baca namanya masuk, tapi di penggugat sampai terakhir dia enggak lihat sih," jelas Melanie. "Tapi kita masih pengumpulan data tambahan nama penggugat dan tergugat."

Sementara itu, Melanie juga menyebut bahwa warga berhak mendapat data yang jelas soal kualitas udara. Namun, dirinya menilai data yang ada selama ini tidak akurat.

"Kita berhak diberikan solusi seperti, oke, pada hari tertentu kalian wajib memakai masker dan banyak hal yang harus dilakukan pemerintah," pungkas Melanie. "Contoh, emisi yang jelek mana aturan yang mobil di beberapa tahun tidak disingkirkan, mana uji emisi, mana uji berkala, pemilihan orang-orang mulai usaha di Jakarta apakah mereka menggunakan energi yang merusak lingkungan atau baik untuk lingkungan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait