Terjebak Saat Erupsi, Begini Nasib 51 Pendaki Gunung Kerinci
Nasional

Gunung berapi yang membentang di Jambi dan Sumatera Barat ini mengalami erupsi pada Rabu (31/7) siang. PVMBG menyebut kolom abu setinggi 800 meter terbentuk dari peristiwa ini.

WowKeren - Diketahui Gunung Kerinci baru saja mengalami erupsi. Gunung yang membentang di Jambi dan Sumatera Barat itu meletus pada Rabu (31/7) pukul 12.43 WIB.

Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Kasbani menyebut kolom abu vulkanik setinggi 800 meter teramati dalam peristiwa tersebut. "Kolom abu teramati berwarna kelabu. Dengan intensitas sedang, condong ke arah timur laut dan timur," jelas Kasbani, dilansir oleh Kompas.

Rupanya ada 51 pendaki terjebak saat Gunung Kerinci mengalami erupsi. Petugas R10 pendakian Gunung Kerinci, Evaraizal Mirza, mengatakan para pendaki tengah di atas gunung saat erupsi terjadi. Beruntung sebanyak 21 pendaki telah berhasil turun.

"Sebanyak 21 orang sudah turun pada Rabu (31/7)," kata Evaraizal, Kamis (1/8). "Sementara sisanya turun hari ini."

Evaraizal menyebut gunung api yang berada di jajaran Bukit Barisan itu masih aman untuk pendakian. Namun, menurutnya, sudah ada perintah untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pendakian.


"Sampai sekarang Gunung Kerinci masih aman untuk didaki, karena erupsi itu hanya sedikit," jelasnya, dikutip dari laman Suara. "Tetapi kemarin siang ada perintah secara lisan dari pimpinan kalau ada pendaki setop dulu. Kami masih menunggu perintah selanjutnya."

Sementara itu, PVMBG menetapkan gunung berapi tertinggi di Indonesia itu berada pada status level II atau waspada. PVMBG juga menetapkan radius aman sejauh tiga kilometer dari kawah aktif.

"Masyarakat di sekitar Gunung Api Kerinci dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak gunung api (dan) di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," kata Kasbani dalam keterangan persnya. "Artinya masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya atau KRB III."

PVMBG juga menerbitkan rekomendasi untuk jalur penerbangan di sekitar gunung. Ia menyarankan agar rute yang melewati Gunung Kerinci dihindari, sebab gunung masih berpotensi mengeluarkan muatan berupa abu vulkanik.

"Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari," tuturnya. "Karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu penerbangan."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait