Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ingin agar sudah ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dipimpin rektor terbaik dari luar negeri pada 2020.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 14:28 WIB
WowKeren - Wacana Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir untuk mendatangkan rektor asing dari luar negeri tengah menuai polemik. Sejumlah pihak, seperti Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mengkritik wacana itu.
Saat ditanya perihal wacana yang menjadi kontroversi tersebut, Nasir menyebut bahwa pihaknya bertujuan agar PTN RI bisa menembus 100 besar peringkat dunia. Nasir menilai rektor asing akan mampu mendongkrak ranking kampus Indonesia di kancah dunia.
Nasir juga sempat ditanya apakah tidak ada rektor asli Indonesia yang cukup mampu memenuhi tujuan tersebut. Ia rupanya menilai bahwa belum ada rektor Indonesia yang mampu mendongkrak ranking PTN di kancah dunia.
"Saya mau tanya, rektor mana yang sudah berhasil mengangkat ke kelas dunia?" jawab Nasir dilansir detikcom, Rabu (31/7). "Oleh karena itu, kita selama ini belum bisa men-challenge rektor di Indonesia, belum bisa meningkatkan pe-ranking-an dunia."
Terkait dengan wacana ini, Nasir ingin agar sudah ada PTN yang dipimpin rektor terbaik dari luar negeri pada 2020. Lalu pada 2024 jumlah PTN dengan rektor asing ditargetkan meningkat jadi 5 PTN.
Meski demikian, Nasir mengaku tak ragu soal kemampuan akademik putra putri Indonesia. Hanya saja, dirinya menilai bahwa belum ada akademisi Indonesia yang punya kepemimpinan mumpuni di tingkat internasional.
"Kalau kemampuan di dalam masalah akademik mungkin okelah," tutur Nasir. "Tetapi dalam network dunia belum tentu punya network. Leadership-nya belum tentu di kelas dunia."
Sebelumnya, Nasir telah menggulirkan wacana pendatangan rektor asing ini sejak 2016 silam, namun mendapatkan kritik pedas. Wacana ini juga membuat Fahri Hamzah mempertanyakan apakah Nasir tidak memiliki konsep dalam membangun kampus kelas dunia.
"Sebenarnya itu yang penting adalah jangan ujug-ujug rekrut orang," tutur Fahri di Gedung DPR pada Rabu (31/7). "Kita kan justru nanyanya kepada Kemenristekdikti, punya konsep enggak dalam memodernisasi dan membangun kampus kelas dunia, gitu. Menterinya yang kita tanya."
(wk/Bert)