Saat ini Jakarta tengah menghadapi masalah polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Istana Negara pilih gunakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi yang ada.
- Wahyu
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 15:58 WIB
WowKeren - Baru-baru ini masalah polusi udara menjadi topik yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Ibu kota Jakarta bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi yang buruk sedunia.
Padahal ibukota adalah tempat di mana pemerintahan dan administrasi berpusat. Tak hanya itu, Istana Negara yang menjadi bangunan penting tempat dimana aktivitas kenegaraan berjalan juga terletak di kota yang dulunya bernama Batavia tersebut.
Sekali beroperasional Istana Negara umumnya membutuhkan banyak suplai listrik yang handal. Urusan suplai listrik ke Istana Negara ini PT PLN (Persero) menyebutkan jika listriknya disuplai dari Unit Pembangkitan Muara Karang (UP MKR) yang ramah lingkungan.
Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo menyampaikan jika UP Muara Karang memiliki peran yang besar terhadap listrik di Jawa khususnya tempat-tempat VVIP di DKI Jakarta. Ia juga menambahkan jika UP MKR merupakan pembangkit yang sangat ramah lingkungan.
“UP Muara Karang ini berperan sangat penting dalam kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta. Selain Istana Negara, UP Muara Karang juga menyuplai kelistrikan tempat VVIP lainnya seperti Gedung MPR/DPR, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Stasiun MRT dan lainnya,” kata Dwi melalui keterangan tertulis, Rabu (31/7).
UP MKR sendiri dikelola oleh anak perusahaan PLN yang bernama PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali). Pembangkit ramah lingkungan ini disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap 4-5 (PLTU 4-5), Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap Blok I (PLTGU Blok I), dan PLTGU Blok II. Sehingga total daya yang dapat dihasilkan adalah sebesar 1.600 MegaWatt (MW).
General Manager PJB UP MKR Rahmat Azwin mengemukakan jika UP MKR saat ini masih dalam proses pengembangan dan pembangunan lebih lanjut untuk menangani suplai listrik di Jawa khususnya DKI Jakarta.
Sampai saat ini UP MKR dalam proses pembangunan PLTGU Blok III kapasitas 500 MW, pada 2020 masuk sistem. Hingga saat ini kebutuhan DKI Jakarta sebesar kurang lebih 5.500 MW, di mana 30 persennya dipasok oleh Muara Karang,” jelas Azwin.
(wk/wahy)