Said Didu Sindir Biaya 'Selfie' Menteri BUMN Buat Banyak Direksi Tersandung Korupsi
Nasional

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, mengomentari fenomena maraknya jajaran direksi BUMN yang tersandung kasus korupsi.

WowKeren - Salah satu pejabat Direksi Angkasa Pura II terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (1/8) dini hari. Ini menambah jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tersandung kasus korupsi.

Hal ini lantas dikomentari oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. Menurut Said, maraknya kasus korupsi direksi BUMN ini lantaran ada beban tambahan di luar tanggung jawab alias ongkos politik.

"Coba Dirut PLN kurang apalagi, Garuda yang kemarin laporan keuangan, macam-macam," tutur Said dilansir detikFinance pada Kamis (1/8). "Jadi menurut saya ada dua kemungkinan memang ada beban di luar tanggung jawab beban tambahan, beban cost politik, karena orang-orang baik, atau memang dicari orang bisa merealisasikan cost politik."

Said juga menyinggung soal Menteri BUMN Rini Soemarno. Ia mempertanyakan pernyataan sang Menteri yang menyebut hanya akan mempertahankan orang-orang yang sejalan dengan dirinya.


"Ada istilah Bu Menteri sekarang kalau tidak sejalan diberhentikan," tutur Said. "Perlu dipertanyakan istilah sejalan yang dimaksud Bu Menteri dengan kasus bertubi-tubi ini, apakah seleksinya betul mencari orang sejalan aja."

Salah satu ongkos politik, tutur Said, adalah gelaran ulang tahun BUMN yang dilakukan berulang kali. Said menjelaskan bahwa hal seperti itu seharusnya tidak masuk dalam anggaran BUMN.

"Contohnya lah, coba aja bayangkan coba seluruh BUMN disuruh ulang tahun berkali-kali. Kalau ada acara kunjungan Presiden selalu menjadi tuan rumah dan membiayai," ungkap Said. "Itu enggak mungkin anggaran seperti itu di dalam anggaran BUMN, RKAP enggak mungkin dianggarkan berarti harus mencari sumber lain untuk membiayai itu."

Said lantas menyindir anggaran tambahan tersebut sebagai biaya "selfie" Menteri BUMN. "Acara ulang tahun enggak mungkin di BUMN, karena itu jadi biaya pesta pora BUMN selama ini. Biaya selfie-selfie Menteri BUMN contoh biaya politik. Contoh paling kecil biaya selfie setiap acara ulang tahun, yang lain macam-macam," pungkas Said.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait