Angkatan Muda Kristen Turut Berduka, Kenang Sosok Mbah Moen Sebagai Pembawa Hawa Sejuk
Nasional

Wafatnya Mbah Moen tak hanya membawa perasaan duka untuk umat muslim melainkan seluruh warga Indonesia. Angkatan Muda Kristen juga turut merasa kehilangan bahkan mereka mengenang sosok almarhum sebagai pembawa hawa sejuk.

WowKeren - Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) turut berduka cita atas wafatnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Dalam kenangan GAMKI, Mbah Moen adalah sosok yang mampu menebarkan hawa sejuk.

"Beliau selalu terlihat tenang dan menebarkan hawa sejuk saat menghadapi berbagai persoalan. Aktif politik sejak era 80an, beliau menampilkan politik kenegaraan yang berbasis pada pengabdian, bukan kepentingan partisan," kata Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, lewat keterangan pers tertulis, Rabu (7/8).

Sahat juga mengatakan bahwa kiai sepuh tersebut adalah sosok yang berpengaruh dikarenakan banyak tokoh nasional yang telah mengunjunginya. Mbah Moen juga merupakan panutan para kaum muda.

"Kami berharap generasi politik kaum muda saat ini dapat meneruskan jejak perjuangan politik beliau yang mengutamakan etika, moral, persatuan, dan pengabdian," ujar Sahat yang pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat GAMKI Masa Bakti 2016-2018 ini.

Menurut Sahat, tak hanya Nahdlatul Ulama (NU) dan umat muslim saja yang merasa kehilangan atas kepergian Mbah Moen melainkan semua orang Indonesia ikut merasakan duka tersebut. Di tengah kondisi politik Indonesia saat ini yang berhadapan dengan kepentingan kelompok partisan, Indonesia akan sangat merindukan petuah dan nasehat dari Mbah Moen.


"Semoga keluarga besar NU dan kita semua juga dapat kuat melalui masa berduka ini. Doa dan salam hormat dari kami keluarga besar angkatan muda Kristen di seluruh Indonesia," tutup Sahat.

Di lain sisi, seorang pemuda lintas agama di Mojokerto menggelar doa bersama untuk Mbah Moen. Doa bersama tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Mbah Moen yang selama ini dinilai menjadi panutan semua umat.

Doa bersama pemuda lintas agama digelar di Gereja Santo Yosep, Jalan Pemuda, Kelurahan Gedongan, Kota Mojokerto. Pemuda lintas agama yang ikut dalam acara ini ialah Pemuda GKI Mojosari, Pemuda Gereja Paroki, Paseban Majapahit, Ansor Kota Mojokerto, KNPI Kota Mojokerto, dan Gusdurian.

Doa bersama berlangsung khidmat sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Tampak foto almarhum Mbah Moen yang dihiasi lilin dan bunga diletakkan di tengah-tengah para pemuda lintas agama yang berdoa.

Romo Gereja Katolik Santo Yosep Tomi Cornelius mengatakan doa bersama ini menjadi wujud penghormatan terakhir para pemuda lintas agama kepada Mbah Moen. Para pemuda lintas agama mendoakan agar arwah Mbah Moen mendapatkan kemuliaan. "Semoga beliau diterima di sisi Tuhan dan ditempatkan pada alam yang mulia," kata Romo Tomi.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait