Pembangunan jalan tol ini telah dimulai sejak November 2016. Total biaya pembangunan jalan tol ini mencapai Rp 9,97 triliun yang dilakukan oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 08 Agustus 2019 - 10:58 WIB
WowKeren - Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan sebentar lagi akan beroperasi. Tol Balikpapan-Samarinda tersebut akan beroperasi paling lambat 3 bulan dari sekarang, yakni pada September 2019.
Dengan panjang mencapai 99,35 kilometer, jalan tol ini diharap bisa memangkas biaya logistik barang dan jasa antara dua kota tersebut. Pasalnya, waktu tempuh yang semula 3 jam bisa terpotong menjadi 1 jam saja.
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Tumiyana, menjelaskan bahwa jalan tol ini akan diresmikan paling cepat 2 bulan lagi. "(Tol Balikpapan-Samarinda) bisa diresmikan dalam waktu tidak lama lagi, paling antara 2 sampai dengan 3 bulan ke depan," tutur Tumiyana di Gedung Kementerian BUMN pada Rabu (7/8).
Berdasarkan keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), perkembangan konstruksi Seksi I dan Seksi V tol Balikpapan-Samarinda telah mencapai 92,91 persen. Sedangkan Seksi II, Seksi III, dan Seksi IV telah mencapai 92,51 persen.
Tumiyana mengaku bahwa penyelesaian pembangunan jalan tol memang tinggal sedikit lagi. "Balikpapan-Samarinda sudah tinggal sedikit lagi, itu hampir selesai," jelas Tumiyana.
Jalan tol Balikpapan-Samarinda ini nantinya juga akan menjadi akses penghubung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Pengendara dapat mengakses bandara ini dengan jarak tempuh 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan yang hanya berjarak 8 kilometer dari bandara.
Diketahui, pembangunan jalan tol ini telah dimulai sejak November 2016. Total biaya pembangunan jalan tol ini mencapai Rp 9,97 triliun yang dilakukan oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda.
Di sisi lain, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim Kaltara Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Refly Ruddy Tangkere, mengaku bahwa konstruksi fisik Seksi I sepanjang 2,1 kilometer masih terkendala oleh anggaran. Refly memperkirakan kebutuhan pendanaan tersebut mencapai Rp 200 miliar.
"Di situ kendala proses serah terima dari provinsi. Pak Gubernur sudah meminta untuk menangani dari sumber dana BUJT (Badan Usaha Jalan Tol)," tutur Refly dilansir Bisnis.com. "Sudah meminta tetapi mereka (BUJT) belum memberikan kepastian. Karena itu kan sebetulanya bagian VGF. BUJT diminta ditangani dulu karena pemerintah kekurangan dana. Pemerintah harus bersikap karena harus selesai Desember."
(wk/Bert)