Ini Kata BKPM Soal Keberadaan Modal Asing Untuk Unicorn Indonesia
Nasional

Penanaman modal asing ke unicorn Indonesia kembali menjadi perbincangan di berbagai pihak. Apalagi setelah munculnya klaim yang menyebutkan 4 unicorn ternama di Indonesia adalah milik Singapura. BKPM menjawab jika klaim tersebut tidaklah benar.

WowKeren - Berbagai pihak mulai mempertanyakan keberadaan modal asing untuk Unicorn Indonesia. Hal ini dikarenakan laporan Google dan Temasek yang menyebut 4 unicorn Indonesia berasal dari Singapura. Keempat unicorn yang dimaksud adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

Menurut Plt Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Yuliot Tanjung modal tersebut akan masuk ke Indonesia. Saat penyertaan modal dilakukan oleh investor luar negeri, arus modal tersebut akan masuk ke Indonesia.

Arus modal yang masuk tersebut lantas akan tercatat sebagai capital inflow oleh Bank Indonesia. Sayangnya data tersebut hanya dimiliki oleh Bank Indonesia.

Yuliot juga mengatakan jika BPKM mencatat bahwa penyertaan modal itu tercatat sebagai investasi asing dan mengubah porsi pemegang saham unicorn yang disuntik.

BPKM memastikan bahwa keempat unicorn yakni Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak adalah perusahaan dalam negeri. Hal ini menegaskan bahwa unicorn milik RI tidak memiliki perusahaan induk di Singapura.


Yuliot juga menjawab mengapa bisa ada klaim yang menyebutkan jika keempat unicorn lokal tersebut berasal dari Singapura. Nyatanya kemungkinan tersebut bisa terjadi karena berkaitan dengan asal investasi unicorn tersebut.

Selama ini BPKM mencatat kalau investasi untuk unicorn RI memang berasal dari Singapura. Berdasarkan data BPKM Januari-Juni 2019, realisasi penyertaan modal asing terbesar berasal dari Singapura sebesar 3,4 miliar dollar AS.

"Penyertaan modal itu berasal dari Singapura karena azaz kami berdasarkan dari mana asal masuk investasi itu ya kami catat itu berasal dari Singapura," kata Deputi BPKM tersebut.

Sebelumnya BKPM juga menyebutkan jika investor asing enggan mengambil alih Unicorn Indonesia meski banyak menyuntik modal. Hal itu dikarenakan para investor tidak mau mencampuri urusan manajemen.

"Kalau kita lihat itu pendirinya ya tentu inisiasi untuk kegiatan usahanya, Bukalapak, Go-Jek segala macam kan tetap kendalinya ada di pendirinya sendiri," jelas Yuliot. "Sementara pemodal ini tidak mau mengambil alih manajemen kegiatan karena pada saat mereka ambil alih ide bisnis segala macam, itu jadi terputus."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait