Ini Pandangan PBNU Soal 'Habib Rizieq Serobot Doa di Pemakaman Mbah Moen'
Nasional

Wasekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi, menilai bahwa takziah terhadap seorang tokoh pada dasarnya merupakan hal yang dianjurkan dan tak ada hubungannya dengan tradisi NU.

WowKeren - Kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, di pemakaman KH Maimun Zubair alias Mbah Moen menuai polemik. Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyebut Habib Rizieq telah melakukan penyerobotan doa lantaran tak berkoordinasi terlebih dahulu. Agus Maftuh juga menilai tindakan Habib Rizieq itu tidak etis dan tak sesuai dengan tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

Persoalan ini lantas ditanggapi oleh Wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Masduki Baidlowi. Menurut Masduki, takziah terhadap seorang tokoh pada dasarnya merupakan hal yang dianjurkan. Ia juga menilai bahwa takziah dan mendoakan orang yang telah meninggal tak ada hubungannya dengan tradisi NU.

"Sebenarnya kita coba kita lihat dari masalah dasar bahwa sebenarnya kalau ada orang meninggal kemudian melakukan takziah terhadap seorang tokoh itu adalah hal yang dianjurkan," tutur Masduki dilansir detikcom, Kamis (8/8). "Itu tak ada hubungan dengan tradisi NU atau Muhammadiyah. Hukum dasarnya kita dianjurkan melakukan takziah."

Meski demikian, Masduki juga menjelaskan bahwa dalam tradisi NU memang ada keberkahan saat mengantar jenazah alim ulama atau wali ke alam kubur. Sehingga, siapa pun yang berdoa untuk jenazah yang meninggal telah melakukan perbuatan baik, termasuk Habib Rizieq.


Terkait Habib Rizieq yang disebut melakukan penyerobotan doa, Masduki menilai hal ini berkaitan dengan susunan acara yang sudah dibuat oleh pihak berwenang RI di Saudi. Masduki menilai Agus Maftuh menyebut Habib Rizieq menyerobot lantaran doa tersebut tak ada dalam susunan acara yang telah dibuat.

"Lalu kalau terkait masalah penyerobotan, itu kan aturan main yang disusun dalam acara yang memang sudah dirancang oleh negara. Dubes itu wakil negara Indonesia di Arab Saudi. Sehingga penguburan Mbah Maimun, prosesinya itu sudah diatur oleh Dubes," ungkap Masduki. "Sehingga kalau dubes bilang ada penyerobotan, mungkin Habib Rizieq tidak dirancang hal itu, sehingga ada istilah penyerobotan."

Selain itu, Masduki juga menyoroti narasi Habib Rizieq memimpin doa di pemakaman Mbah Moen yang viral di media sosial. Menurut Masduki, Agus Maftuh keberatan dengan berkembangnya narasi tersebut.

"Cuma ini kan viral seolah ada ambil momen, yang ambil doa itu habib rizieq. Itu yang kemungkinan membuat Pak Dubes keberatan dengan viral itu," jelas Masduki. "Kedua, seakan-akan acara Mbah Maimun itu diambil semacam untuk digunakan momentum pencitraan. Kalau begitu lalu kemudian tidak jadi ibadah, jadi unsur tampil atau riya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait