Kebakaran melanda kawasan puncak Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan Jawa Barat sejak Rabu (7/8). Hingga kini, api yang menjalar masih belum bisa dipadamkan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 09 Agustus 2019 - 15:51 WIB
WowKeren - Kebakaran yang melanda kawasan puncak Gunung Ciremai Jawa Barat sejak Rabu (7/8) masih belum bisa dipadamkan. Bahkan area kebakarannya makin meluas hingga membentuk setengah lingkaran atau cincin di kawasan puncak. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin.
"Memang api belum padam," kata Agus dilansir dari Detik, Jumat (9/8). "Informasi dari petugas yang di atas semakin meluas. Sudah membentuk setengah lingkaran di sekitar kawah."
Kondisi angin di lokasi kebakaran saat ini masih kencang. Agus menuturkan bahwa lokasi kebakaran berada di kisaran 2.950 meter di atas permukaan air laut (mdpl). Lokasi tersebut berada di jalur pendakian Gua Walet kuningan. Area terbakar diperkirakan sudah mencapai lebih dari 300 hektare.
"Perkiraan luas lahan yang terbakar sudah 30 hektare lebih," lanjut Agus. "Sepertinya di kisaran 350 hektare."
Terkait penyebab kebakaran, Agus menuturkan bahwa hingga saat ini petugas pun masih belum bisa memastikan. Saat ini, masih dilakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran di area puncak tersebut.
"Posisinya di lereng yang curam," jelas Agus. "Di sana sudah ada teman-teman dari kepolisian yang naik untuk mencari penyebab kejadian."
Sebelumnya, saat kebakaran terjadi ada puluhan pendaki yang sedang berada di jalur pendakian. Salah seorang pendaki, Cupah (18), sempat panik saat melihat asap menyelimuti kawasan puncak. "Saya lihat asap dari bawah pada Rabu kemarin. Ada rekan-rekan juga yang lihat, ternyata kebakaran," kata Cupah masih dilansir dari Detik.
Untuk memadamkan api yang terus menjalar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan dua helikopter jenis Bell. Satu heli telah mendarat di Bandar Udara Cirebon, sedangkan satu lainnya direncanakan tiba hari ini, Jumat (9/8), di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan bahwa water boombing akan dilakukan pada siang hari sebab tidak memungkinkan dilakukan saat malam. "Kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan pada malam hari," kata Agus dilansir dari Liputan 6.
(wk/zodi)