Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat membuka peluang untuk kembali menyelenggarakan tax amnesty. Hal ini diungkapkannya di hadapan para pengusaha pada Jumat 2 Agustus 2019 lalu.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:43 WIB
WowKeren - Wacana pengampunan pajak atau tax amnesty jilid kedua sempat dilemparkan oleh pemerintah. Sayangnya, wacana tersebut justru dinilai berbagai pihak akan bisa mengurangi kepatuhan pajak.
Pasalnya, para wajib pajak akan cenderung berpikir untuk memanfaatkan pengampunan pajak daripada membayar pajak sesuai ketentuan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Piter Abdullah.
Menurut Piter, wajib pajak yang mengikuti tax amnesty pertama adalah wajib pajak yang berusaha patuh pada aturan. Namun, tax amnesty jilid II seolah-olah masih memberi pengampunan pada wajib pajak yang tidak patuh di jilid pertama.
"Berarti yang terjadi mereka bisa berubah perilaku," ujar Piter dilansir CNN Indonesia, Rabu (14/8). "Yang tadinya disiplin, untuk apa disiplin karena ada jilid berikutnya."
Apalagi dasar teori tax amnesty adalah pengampunan yang sifatnya sekali seumur hidup. Piter menuturkan bahwa itu berarti seharusnya tak ada pengampunan pajak lanjutan.
"Secara teori dia akan berdampak mengubah perilaku pembayar pajak," jelas Piter. "Sederhananya kalau kita diampuni, maka orang kecenderungan tidak patuh."
Hal senada juga diungkapkan oleh Managing Partner Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam. Ia menjelaskan bahwa tax amnesty dalam beberapa jilid pernah dijalankan di Italia dan Amerika Serikat, namun penerimaan negara justru mengalami penurunan pada periode selanjutnya.
"Karena mereka akan berharap pengampunan pajak berikutnya," terangnya. "Toh tidak masalah menjadi tidak patuh karena diampuni, sehingga pengampunan pajak tidak menarik lagi karena akan berlanjut ke jilid berikutnya. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah."
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka peluang untuk kembali menyelenggarakan tax amnesty. Hal ini diungkapkan Sri Mulyani di hadapan para pengusaha pada Jumat 2 Agustus 2019 lalu.
"Karena di dunia ini enggak ada yang enggak mungkin. Kalau mungkin, ya mungkin (ada tax amnesty lagi)," ujar Sri Mulyani di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin). "Apakah itu yang terbaik, kita pikirkan sama-sama deh."
(wk/Bert)