Kemenperin Sebut Investasi Mobil Listrik Sudah Capai Rp 57 Triliun
Nasional

Pemerintah semakin optimis dengan wacana untuk menjadi produsen mobil listrik. Hal itu karena terjadi peningkatan modal investasi yang saat ini sudah mencapai Rp 57 triliun.

WowKeren - Pemerintah semakin optimis untuk menjadi salah satu negara produsen mobil listrik. Pasalnya, telah terjadi peningkatan penanaman modal oleh para investor otomotif yang dikucurkan di Indonesia menyambut industri wacana kendaraan bermotor listrik (KBL).

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), hingga saat ini dana investasi yang akan masuk jumlahnya sudah mencapai USD 4 miliar atau setara Rp 57,1 triliun. Dari dana tersebut akan digelontorkan ke proyek mobil listrik secara bertahap. "Angka masing-masing produsen otomotif berbeda, tapi yang sudah ada kira-kira hampir USD 4 miliar," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kantornya, Rabu (14/8).

Di lain sisi, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika masih belum menyebutkan secara spesifik siapa saja produsen yang berkomitmen untuk nilai investasi tersebut di dalam negeri.


Sebelumnya Putu menyebutkan ada 2 manufaktur otomotif besar, yaitu Toyota dan Hyundai yang sudah menghadap Menteri Perindustrian untuk membicarakan nilai investasinya untuk Indonesia. "Itu untuk yang otomotifnya. Seperti Toyota akan membangun produksi kendaraan listrik di Indonesia," ujar Putu.

Seperti yang diketahui Toyota Group sudah mengakui rencananya untuk melakukan investasi sebesar Rp 28 triliun di Indonesia. Sedangkan Hyundai akan mengucurkan dana sekitar Rp 14,6 triliun untuk membuat mobil ramah lingkungan di Indonesia.

Selain Toyota dan Hyundai, Putu juga sempat menyebutkan ada pabrik atau produsen otomotif lain yang memiliki niat serupa. Produsen otomotif itu dikabarkan adalah Honda. "Ada beberapa yang memang menyatakan minatnya. Honda juga siap, tapi belum ada pengumuman," tuturnya.

Tak hanya Honda, ada beberapa merek baru lain yang juga menyatakan minatnya untuk berinvestasi membangun fasilitas pabrik mobil penumpang di Indonesia. Sayangnya nama-nama tersebut tidak dapat diumumkan karena masih dalam tahap pengkajian. "Tapi dari segi minat dan kajian-kajian yang dilakukan oleh multinasional bidang otomotif itu kayaknya ada suatu yang bagus arahnya. Apalagi kalau kamu bisa produksi baterai," tambah Putu.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait