Menhub akan meresmikan 2 kapal yang akan dijadikan Kapal Rumah Sakit Terapung di Sumenep. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan layanan kesehatan untuk masyarakat di pulau-pulau Jawa Timur.
- Wahyu
- Kamis, 15 Agustus 2019 - 14:46 WIB
WowKeren - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan meresmikan pengoperasian Kapal Rumah Sakit (RS) Terapung di Sumenep, Jawa Timur, pada Kamis (15/8) sore.
Peluncuran kapal ini akan ditandai dengan melakukan penandatangan nota kesepakatan (MoU) antara 3 instansi yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Penandatangan MoU direncanakan akan dilakukan pada Kamis 15 Agustus 2019 pukul 15.00 WIB di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan saat ditemui, Kamis (15/8).
Kapal yang dijadikan RS terapung tersebut adalah KM Gandha Nusantara 1 dan KM Gandha Nusantara 2. Kedua kapal tersebut merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan kepada Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penyediaan Kapal RS Terapung ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah bersama stakeholder terkait untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, khususnya yang berada di kepulauan di sekitar Provinsi Jawa Timur.
“Pelayanan kesehatan yang dilakukan kapal bersifat promotif, preventif, dan kuratif sekaligus rehabilitatif, selain itu juga bisa untuk fasilitas pendidikan,” kata Hengki. Dalam acara tersebut akan hadir sejumlah orang penting seperti Menteri Kesehatan Nilla F. Moelok, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Sebelumnya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sudah merencanakan proyek rumah sakit terapung ini ke pemerintah pusat. Proyek kapal rumah sakit terapung ini disebut akan rampung setelah 2 bulan. "Kata Pak Menteri butuh waktu dua bulan untuk menyiapkan kapal untuk jadi rumah sakit terapung," kata Khofifah.
Terkait biaya operasional, rumah sakit terapung ini nantinya akan dibebankan ke Pemprov dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang memiliki kepulauan. Hal berikut sudah didiskusikan sebelumnya bersama pemerintah pusat.
Proyek rumah sakit terapung ini juga melibatkan beberapa daerah, seperti Kota Probolinggo dan Kabupaten Sumenep. Secara spesifik Kota Probolinggo sudah menyampaikan keinginan untuk segera memiliki rumah sakit terapung untuk melayani masyarakat Kepulauan Giliyang.
Selain dijadikan sebagai rumah sakit yang melayani kesehatan, kapal tersebut juga akan memiliki fungsi sebagai kapal penumpang antar pulau yang ada di Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar operasional kapal tersebut tidak kosong, maka dari itu kedua kapal tersebut akan diformat untuk kenyamanan penumpang.
(wk/wahy)