Seminggu Perluas Ganjil Genap, Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun Sampai 18,9 Persen
Getty Images
Nasional

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Andono Warih, berharap penerapan ganjil genap dan peningkatan penggunaan transportasi umum akan terus menurunkan tingkat polusi Ibu Kota.

WowKeren - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperluas kebijakan ganjil-genap sekitar seminggu terakhir demi memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota. Kini, Pemprov DKI mengklaim polusi udara di Jakarta berhasil diturunkan hingga sekitar 20 persen dalam waktu sekitar 1 minggu saja.

"Penurunan sesuai pengalaman kita terjadi penurunan (sekitar) 20 persen," tutur Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo, pada Selasa (20/8). "Itu polusi udara turun 20 persen saat itu kualitas udara Jakarta yang pada diterapkan ganjil genap itu baik."

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Andono Warih, mengaku pihaknya memantau kualitas udara di Stasiun Bundaran HI. Berdasarkan pantauan tersebut, tingkat polusi menurun sebanyak 18,9 persen.

"Ini data hasil pemantauan kualitas udara di 2 SPKU setelah uji coba ganjil genap selama satu minggu kemarin," ujar Andono. "Untuk Stasiun Bundaran HI terjadi penurunan 18,9 persen."

Sedangkan untuk hasil pengamatan kualitas udara di Stasiun Kelapa Gading, tercatat tingkat polusi menurun sekitar 13 persen. "Untuk Stasiun Kelapa Gading terjadi penurunan 13,51 persen," ungkap Andono.


Dengan demikian, ia berharap penerapan ganjil genap dan meningkatnya warga yang menggunakan transportasi umum akan terus menurunkan tingkat polusi Ibu Kota. "Kita harap bisa terus turun (polusi udara)," kata Andono.

Diketahui, uji coba perluasan ganjil-genap telah dimulai sejak 12 Agustus 2019 lalu. Perluasan ini baru akan diterapkan secara resmi pada 9 September 2019 mendatang.

Di sisi lain, kebijakan ini justru mendapat respons negatif dari pengemudi taksi online. Mereka nekat menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta pada Senin (19/8) lantaran menilai kebijakan Gubernur Anies Baswedan tersebut diskriminatif.

Orator aksi tersebut mengaku tak menolak regulasi teranyar sistem ganjil-genap. Namun ia meminta agar pemerintah memprioritaskan agar sopir taksi online terbebas dari kebijakan tersebut.

"Kita sudah mengirimkan surat tetapi belum ditanggapi. Kita enggak menolak tapi kita minta diprioritaskan," serunya dengan lantang, dilansir dari laman CNN Indonesia. "Ayo yang lain, driver, kita bersama menyuarakan aspirasi kita."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait