Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa penggratisan biaya sekolah SMA merupakan bagian dari janji politiknya ketika mencalonkan diri beberapa waktu lalu.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 28 Agustus 2019 - 11:18 WIB
WowKeren - Biaya pendidikan yang kian mahal menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Semakin tinggi jenjang pendidikan, maka semakin mahal pula biaya pendidikan yang harus dikeluarkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menggratiskan biaya pendidikan untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA). Hal itu rencananya akan diterapkan mulai 2020 nanti.
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa penggratisan biaya sekolah SMA merupakan bagian dari janji politiknya ketika mencalonkan diri lalu. "Mudah-mudahan, tahun depan sudah bisa dilaksanakan," kata dia di Kabupaten Garut, Selasa (27/8).
Ia mengatakan bahwa pemerintah harus hadir untuk mempermudah masyarakatnya dalam memperoleh akses pendidikan. Oleh sebab itu, pembebasan biaya ini nantinya tak hanya akan berlaku bagi SMA namun juga sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun madrasah aliyah (MA).
Saat ini, rencana tersebut masih dalam proses pembahasan oleh Pemprov Jabar. Pemprov juga akan menghitung kebutuhan setiap siswa per tahunnya. Hal itu untuk memastikan agar program tersebut dapat berjalan maksimal. "Semua akan kembali ke keputusan bersama. Kalau kita sih mendorong, anggaran juga siap," lanjut Ruzhanul.
Sementara itu, jajaran kepala sekolah dan guru mata pelajaran di Kota/Kabupaten Sukabumi melakukan deklarasi untuk meningkatkan nilai hasil ujian nasional (UN). Upaya tersebut dilakukan dengan menyusun rencana aksi dalam rangka mendorong kenaikan hasil UN dibanding tahun sebelumnya.
"Pertemuan ini sebagai tanggung jawab, bagaimana mencetak anak-anak berdaya saing," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika dilansir dari Republika, Rabu (28/8). "Termasuk nilai hasil ujian nasional harus memenuhi standar minimal bisa lulus di angka 60.
Sebelumnya, langkah menggratiskan biaya pendidikan untuk tingkat sekolah menengah sudah dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Tak hanya biaya SPP namun juga sebagian seragam. Adapun penggratisan tersebut sudah berlaku sejak Juli lalu.
(wk/zodi)