Aksi demonstrasi masih berlanjut di Papua. Terbaru, massa pendemo menggelar aksi di Jayapura hingga menyebabkan aktivitas warga di sana lumpuh sepenuhnya dan situasi kian mencekam.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 29 Agustus 2019 - 14:51 WIB
WowKeren - Aksi demonstrasi kembali terjadi di Jayapura pada Kamis (29/8). Hal tersebut mengakibatkan situasi kota Jayapura kian mencekam hingga aktivitas masyarakat lumpuh total. Dilansir dari Antara, sejumlah pertokoan harus tutup akibat imbas dari adanya aksi unjuk rasa tersebut.
Bahkan pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, Mal Jayapura, juga tampak tutup. Begitu pula dengan perkantoran yang ada di sekitarnya. Sejumlah kelompok massa tampak melakukan orasi di sejumlah titik, seperti di Jalan Irian yang berada di pusat kota.
Masa tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Sementara itu, sejumlah aparat juga terlihat bersiaga di sekitarnya. Demo ini membuat sekolah-sekolah terpaksa harus memulangkan para siswanya lebih awal.
Massa pendemo dilaporkan akan masih terus berdatangan dari sejumlah wilayah. Kabar terbaru menyebutkan bahwa masa masih berjalan kaki termasuk dari Sentani yang saat ini sudah berada di Waena.
Suasana mencekam itu membuat sopir angkutan kota mengurungkan niat mereka untuk beroperasi. Mereka tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh salah satu sopir angkot. "Memang kami sengaja tidak beroperasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Supri, salah satu supir angkot jurusan Entrop-Pasir Dua, seperti dilansir dari Antara.
Sementara itu, Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) yang ada di Kotaraja, Abepura, Papua, menjadi sasaran amukan massa. Massa pendemo membakar gedung tersebut lalu berjalan menuju ke arah Jayapura.
Sebelumnya, aksi demo susulan menolak rasisme juga sempat terjadi di Waena. Terlihat ribuan warga sempat bentrok dengan polisi yang melempar gas air mata. Bahkan, mobil dinas milik Dandim Jayapura juga tak luput dari amukan massa. Hal tersebut dibenarkan oleh Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Johanes Parinusa.
"Memang benar," kata Parinusa masih dilansir dari Antara. "Mobil dinas yang saya tumpangi rusak. Saat melintas untuk memantau demo tiba-tiba dirusak pendemo yang saat itu sedang bentrok dengan polisi."
(wk/zodi)