Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menilai bahwa penyelesaian masalah Papua tak cukup jika hanya dilakukan pendekatan dari segi sosial dan ekonomi.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 September 2019 - 16:30 WIB
WowKeren - Masalah Papua masih menjadi sorotan hingga kini. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mengatakan bahwa untuk menyelesaikan masalah Papua, perlu dilakukan adanya pendekatan khusus.
Ia menyarankan agar kearifan lokal ditingkatkan, tak hanya dari Papua namun juga pusat. Ia mengingatkan bahwa Papua masuk menjadi wilayah Indonesia tidak bersamaan dengan provinsi lainnya, namun lebih belakangan. Oleh sebab itu, pendekatan tak cukup jika hanya dilakukan dari faktor sosial ekonomi.
"Tingkatkan kearifan. Baik dari Papua, Jakarta, (kedepankan) arif semua," tutur Syafii di Padang, Selasa (3/9). "Papua ini masuk ke Indonesia itu kan bukan tahun 1945. Jadi tidak sama dengan Aceh, tapi belakangan. Itu yang harus dipahami. Jadi harus ada pendekatan di samping sosial ekonomi, tapi juga psikoantropologis."
Ia menuturkan bahwa pendekatan psikoantropologis bisa dilakukan dengan memahami kondisi masyarakat, termasuk asal-usul, budaya, hingga tingkat pendidikan. Hal tersebut sangat penting agar pemerintah bisa melakukan penanganan masalah Papua secara menyeluruh. "Itu yang kurang selama ini. Papua harus diselamatkan," ujar Syafii.
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa penyelesaian masalah harus berdasar pada kearifan lokal dan nasional. Diberitakan sebelumnya, kerusuhan Papua disebut-sebut ditunggangi oleh pihak tertentu. Menurut Syafii, jika Indonesia memiliki ketahanan yang kuat maka godaan semacam itu tak akan berhasil.
"Itu biasa itu (upaya menunggangi). Kalau kita kuat dari dalam, yang menunggangi tak akan berhasil," jelas Syafii. "Jadi kalau luar mau melakukan itu mau mengobok-obok kita, kalau kita lumpuh dari dalam, tapi kita belum lumpuh."
Sebelumnya, massa Papua sempat menggelar aksi unjuk rasa yang menuntut adanya referendum. Terkait hal ini, Syafii menyarankan agar dialog yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan Papua maupun Papua Barat harus mengedepankan kearifan lokal. "Harus saling memberi dan menerima. Dan tingkatkan kearifan lokal dan kearifan nasional," ujar Syafii.
(wk/zodi)