Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan bahwa kegiatan ospek seharusnya bisa memberikan pembelajaran pada peserta didik baru.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 September 2019 - 19:51 WIB
WowKeren - Kasus kekerasan kerap dialami oleh mahasiswa baru saat pelaksanaan ospek di perguruan tinggi. Tak jarang pula aksi kekerasan tersebut berujung pada kematian.
Terkait hal tersebut, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir telah menyiapkan sanksi bagi mahasiswa yang melakukan pelarangan kekerasan dan bullying dalam pelaksanaan ospek. Ia menegaskan bahwa ospek di perguruan tinggi di Indonesia tak seharusnya memiliki unsur kekerasan. Sebaliknya, ospek harus bisa memberikan pembelajaran kepada peserta didik baru.
"Ospek yang dilakukan di Indonesia tidak boleh melakukan dengan kekerasan," kata Nasir saat menghadiri Soft Opening Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM) di Kota Malang, pada Selasa (3/9/2019). "Ospek harus memberikan pembelajaran kepada anak didik baru."
Nasir menjelaskan bahwa pembelajaran yang dimaksudnya, bisa dimulai dengan memberikan pengenalan pada lingkungan kampus, misalnya menunjukkan apa saja fasilitas yang dimiliki oleh kampus. Hal-hal semacam itu, dikatakan Nasir, tidak perlu disertai dengan tindak kekerasan.
"Ospek diisi pembelajaran tentang fasilitas dan manajemen universitas di perguruan tinggi tersebut," jelas Nasir. "Kalau terjadi (kekerasan) maka harus ditindak."
Nasir mengatakan bahwa pihak Kemenristekdikti sebelumnya telah menindak tegas oknum mahasiswa yang kedapatan melakukan tindak kekerasan pada mahasiswa juniornya. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu perguruan tinggi di Ternate. Ia meminta pihak kampus untuk turun tangan memberikan sanksi pada oknum tersebut.
"Di Ternate kami sudah perintahkan ke Dirjen melalui rektor universitas di Ternate tersebut harus ditindak tidak boleh dilakukan," lanjut Nasir. "Maka harus diberikan sanksi sesuai dengan peraturan akademik mereka."
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan tindak bullying viral di media sosial. Pada video tersebut peserta ospek diminta seniornya untuk meminum air di gelas plastik kemudian memuntahkan kembali. Lalu air hasil muntahan tersebut diberikan kepada temannya untuk dilakukan tindakan yang sama.
(wk/zodi)