Wakil Koordinator ICW menyindir Pansel Capim KPK yang terkesan menginginkan agar Presiden meloloskan kesepuluh nama capim untuk menuju DPR. Hal ini diketahui dari perbedaan pernyataan yang disampaikan oleh kedua pihak.
- Wahyu
- Rabu, 04 September 2019 - 11:20 WIB
WowKeren - Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agnus Sunaryanto menyebutkan bahwa ada perbedaan pernyataan antara Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK dan Presiden Joko Widodo terkait sepuluh nama capim KPK periode 2019-2023.
Pada pernyataan beberapa waktu lalu, Pansel Capim KPK menyebutkan seolah-olah sepuluh nama capim yang diserahkan ke Presiden Joko Widodo tidak bisa diutak-atik. Sementara itu, Presiden Jokowi malah terkesan masih membuka ruang adanya koreksi terhadap nama-nama capim yang kini ada di tangannya.
"Kelihatan sekali bahwa ketua pansel berharap tidak ada koreksi terhadap calon-calon yang sudah mereka hasilkan," jelas Agus di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/9). "Tetapi, kalau kita lihat, dari pernyataannya Pak Jokowi itu masih sangat membuka ruang adanya koreksi terhadap nama-nama yang sudah disampaikan."
Menurut Agus, pernyataan Presiden tersebut seolah mendelegitimasi kinerja pansel. Dari situ juga, menunjukkan jika Pansel Capim KPK begitu ingin Presiden langsung menerima kesepuluh nama capim untuk selanjutnya dilimpahkan ke DPR.
Padahal kesepuluh nama capim yang dinyatakan lolos ini menuai polemik dari berbagai pihak. "Termasuk kritikan-kritikan, masukan-masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para guru bedar yang memberi warning kepada presiden agar hati-hati dan terus memantau kinerja dari pansel," terang Agus.
Wakil Koordinator ICW itu hanya berharap agar Presiden Jokowi bisa memenuhi aspirasi rakyat untuk mencoret nama-nama dari pansel yang diduga bermasalah dan tidak meneruskannya ke DPR. Karena baik atau buruknya nasib KPK akan berada di tangan pimpinannya mendatang.
"Kita harap presiden bisa melakukan langkah taktis. Masih banyak opsi yang bisa dilakukan," kata Agus. Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan 10 nama yang lolos seleksi wawancara dan uji publik.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah Ketua Capim KPK Yenti Garnasih menyerahkan kesepuluh nama tersebut kepada Presiden Joko Widodo pada Senin (2/9). Di antara kesepuluh nama tersebut, ada nama Irjen Firli Bahuri yang lolos untuk maju ke seleksi tahap berikutnya.
(wk/wahy)