Presiden Jokowi Beberkan 'Jurus' Bangun Ibu Kota Baru Tanpa Utang
Twitter/KSPgoid
Nasional

Presiden Jokowi menyebut dana senilai Rp 466 triliun yang dibutuhkan untuk pembangunan Ibu Kota baru bisa sepenuhnya ditutup melalui skema yang disiapkan pemerintah.

WowKeren - Presiden Joko Widodo diketahui berencana memindahkan Ibu Kota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Untuk mengakomodasi rencana tersebut, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 180 ribu hektare untuk Ibu Kota baru.

Pemindahan Ibu Kota ini juga disebut Jokowi akan menggunakan dana APBN seminim mungkin. Dana senilai Rp 466 triliun yang dibutuhkan untuk pembangunan Ibu Kota baru bahkan disebut bisa sepenuhnya ditutup melalui skema yang disiapkan pemerintah.

Jokowi pun membeberkan skema tersebut, salah satunya adalah penjualan lahan. Menurut Jokowi, hanya 40 ribu hektare lahan saja yang akan dipakai untuk pembangunan Ibu Kota baru, sedangkan 140 ribu hektare sisanya akan tetap menjadi lahan hutan.

Dari 40 ribu hektare lahan yang akan dibangun, pemerintah hanya akan menggunakan sekitar 10 ribu hektare lahan saja sebagai pusat pemerintahan. 30 ribu hektare sisanya akan dijual pada masyarakat yang hendak membangun hunian di wilayah Ibu Kota baru itu.


"Jadi 180 ribu hektare itu enggak semua akan dibangun dalam bentuk fisik," terang Jokowi pada Selasa (3/9). "Pembangunan fisik mungkin hanya 40 ribu hektare saja."

Penjualan lahan tersebut nanti akan dilakukan oleh badan otoritas pengelola pembangunan Ibu Kota. Jokowi mengaku bahwa penjualan tersebut tak bakal dilakukan ke pengembang atau developer, melainkan langsung ke perorangan.

Jokowi memilih skema penjualan lahan ini usai bertemu dengan sejumlah pihak yang meyakinkan bahwa harag tanah di Ibu Kota baru bisa mencapai Rp 2 juta per meter. "Kalau 2 juta per meter persegi dikali 30 ribu hektare, sudah Rp 600 triliun. Itu sudah selesai dong. Untuk itu sudah bisa bangun kota," terang Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menekankan bahwa pembangunan Ibu Kota bukan hanya mendirikan bangunan baru saja. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut ingin pembangunan Indonesia tak hanya berpusat di Pulau Jawa saja.

"Intinya kota itu tujuannya untuk menggeser magnet. Visinya adalah menggeser pusat dan magnet bangsa Indonesia," tutur Jokowi. "Bukan hanya tersentralisasi di Pulau Jawa."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait