Beberapa waktu lalu Menhan menyebutkan sindikat teroris ISIS menjadi pihak yang 'menunggangi' kerusuhan di Papua. Merespon hal tersebut, pengamat terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meminta Menham untuk membuktikan pernyataannya itu.
- Wahyu
- Sabtu, 07 September 2019 - 12:28 WIB
WowKeren - Beberapa waktu terakhir pemerintah menyebutkan berbagai pihak yang diduga sebagai dalang di balik kerusuhan Papua dan Papua Barat. Salah satunya dari tokoh separatis Papua Benny Wenda yang saat ini tengah berada di Inggris.
Tak hanya sampai di situ, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu juga menyebut kelompok terafiliasi jaringan teroris internasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ikut menunggangi kerusuhan ini.
Menanggapi pernyataan tersebut, Pengamat Terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak menyampaikan pendapatnya. Menurutnya, perkataan Menhan Ryamizard Ryacudu soal ISIS yang ikut membonceng di Kerusuhan Papua itu perlu dibuktikan.
Zaki menilai jika apa yang disampaikan Menhan baru sebatas indikasi-indikasi saja. "Karena itu masih perlu dibuktikan. Jangan berhenti pada statemen saja," ujar Zaki, Sabtu (7/9). "Tunjukkan bukti-bukti misalnya melalui foto, video, kesaksian sejumlah pihak yang ditangkap, dan sebagainya."
Menurut Zaki, hingga saat ini dirinya tidak melihat adanya kelompok jihadis yang terlibat secara langsung dalam kerusuhan di Papua. Tetapi kemungkinan jika ISIS memanfaatkan momentum tersebut bisa saja terjadi.
“Semakin daerah itu tidak stabil, banyak pergolakan, kendali keamanan yang melemah, maka makin memberikan benefit bagi selsel jihad menyusun basis di sana," jelas Zaki. "Baik itu untuk latihan kemiliteran (i'dad) dan juga nantinya operasi jihad (amaliah) di sana."
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebutkan jika jaringan teroris ISIS menunggangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI, Kamis (5/9). "Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di tanah Papua," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut mantan KSAD itu, sejumlah kelompok memang menginginkan pembebasan Papua dari Indonesia. Salah satunya adalah kelompok yang terafiliasi ISIS itu. Kelompok tersebut, ujar Ryamizard, berusaha mengambil manfaat dan momentum dalam eskalasi kerusuhan yang terjadi di Papua selama beberapa waktu belakangan.
"Terindikasi telah dilakukan oleh sekelompok separatis untuk memisahkan diri dari Indonesia," terangnya, dilansir dari Republika pada Jumat (6/9). "Perlu disikapi secara saksama agar kejadian serupa tak terulang kembali di masa yang akan datang."
(wk/wahy)