Soal Audisi Bulu Tangkis PB Djarum, Menteri Yohana: Jangan Peralat Anak Demi Kepentingan Bisnis
Nasional
Polemik Beasiswa PB Djarum

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise, menegaskan bahwa apa pun jenisnya, sponsor rokok dilarang menggelar untuk event anak-anak.

WowKeren - Polemik audisi bulu tangkis PB Djarum ditanggapi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise. Ia meminta agar polemik tersebut disudahi.

Menurut Yohana, anak-anak dilarang untuk diperalat bagi kepentingan bisnis apa pun. Yohana bahkan tetap menolak audisi tersebut meski merek "Djarum" dihapus dari nama kegiatan.


"Tapi kan itu sudah melanggar hak-hak anak," tutur Yohana pada Senin (9/9). "Dan kami pemerintah tetap tegas."

Yohana menegaskan bahwa apa pun jenisnya, sponsor rokok dilarang menggelar untuk event anak-anak. Pasalnya, hal tersebut melanggar Undang-Undang.

"Tetap melanggar peraturan undang-undang yang berlaku, Undang-Undang Perlindungan Anak, termasuk Undang-Undang Kesehatan," jelas Yohana. " Ada dua undang-undang di balik ini dan mereka harus tunduk terhadap undang-undang yang berlaku. Jangan sampai memperalat anak-anak untuk kepentingan bisnis mereka."

Audisi PB Djarum yang telah berjalan puluhan tahun tersebut pun tidak mendapat toleransi dari Yohana. Pasalnya, Yohana menilai bahwa semua orang harus menghormati kepentingan anak.

"Undang-undang yang positif yang sudah dibuat secara nasional ini memiliki kekuatan hukum yang lebih tinggi dari semua hukum," tutur Yohana. "Jadi tetap harus tunduk pada Undang-Undang."

Oleh sebab itu, Yohana meminta para pihak terkait untuk duduk bersama dan mencari solusi dalam menyelesaikan polemik ini. "Memang kalau dihentikan kita harus koordinasi dengan Kementerian Pendidikan lagi, kira-kira dengan cara apa sehingga anak-anak ini tetap mendapat hak-hak mereka. Tetap harus ya. Termasuk Kemenpora, termasuk Kementerian Agama," pungkas Yohana.

Hal yang berbeda justru diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menpora berharap agar Djarum Foundation tetap menggelar audisi demi merekrut bibit-bibit unggulan di bidang bulu tangkis dan mengaku yakin tak ada unsur eksploitasi anak.

"Jangan pernah bermimpi untuk berhenti (mengaudisi)," ujar Imam, Minggu (8/9) malam. "Lakukan terus audisi atlet bulu tangkis itu. Rekrut sebanyak-banyaknya anak-anak usia dini untuk bisa dilatih hingga masuk audisi dan bahkan masuk pelatda dan camp-camp mereka."

You can share this post!

Related Posts
Loading...